Trump Sewot! Kolam Refleksi Dipenuhi Lumut Usai Direnovasi Rp320 Miliar
DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui adanya “masalah nyata” pada kolam refleksi (Reflecting Pool) di National Mall, Washington DC, setelah proyek renovasi senilai 14,2 juta dolar AS atau sekitar Rp230 miliar menuai sorotan publik.
Masalah tersebut muncul setelah air kolam yang semula dijanjikan akan berwarna biru seperti bendera Amerika Serikat justru berubah kehijauan akibat ledakan alga. Selain itu, cat pelapis kolam juga terlihat mengelupas dan mengapung di permukaan air.

Namun alih-alih menyalahkan kualitas proyek renovasi, Trump menuding aksi vandalisme sebagai penyebab utama kerusakan tersebut.
Dalam unggahan panjang di platform Truth Social pada Jumat malam, Trump mengatakan pemerintahannya telah melakukan perbaikan besar-besaran terhadap berbagai monumen dan fasilitas publik di ibu kota AS.
“Kami telah membersihkan, merenovasi, dan mempercantik lebih dari 45 monumen dan memorial, 28 patung, serta 22 air mancur di Washington DC. Namun kami menghadapi masalah nyata akibat vandalisme di Reflecting Pool yang indah, yang terletak di antara Monumen Washington dan Lincoln Memorial,” tulis Trump.
Trump juga menyoroti munculnya tulisan “86 47” yang terukir di hamparan rumput di sekitar lokasi. Angka “86” dalam budaya populer Amerika sering digunakan untuk menyatakan penolakan atau menyingkirkan sesuatu, sementara Trump merupakan presiden ke-47 Amerika Serikat.
Ia menuduh pihak tertentu sengaja merusak lapisan dalam kolam yang baru dicat selama proyek renovasi.
“Mereka melakukan segala cara untuk merusak bagian dalam Reflecting Pool. Sama seperti bahan kimia yang digunakan di National Mall, mereka menggunakan sesuatu yang serupa di Reflecting Pool untuk menghancurkan dan merendahkan pekerjaan indah kami,” klaim Trump tanpa menyertakan bukti.
Klaim Pelaku Sudah Ditangkap
Dalam unggahan lanjutan pada Minggu, Trump kembali membuat klaim bahwa sejumlah pelaku vandalisme telah ditangkap oleh Polisi Taman Nasional Amerika Serikat.
“Beberapa individu telah ditangkap karena merusak Reflecting Pool yang megah milik bangsa kita,” tulis Trump.
“Siapa yang melakukan hal seperti itu? Ini adalah kejahatan yang sangat serius karena berkaitan dengan perusakan monumen nasional. Bertahun-tahun penjara menanti mereka. Perbaikan akan segera dimulai,” lanjutnya.
Hingga kini belum ada bukti maupun rincian resmi yang dipublikasikan terkait penangkapan tersebut.
Trump juga mengklaim persoalan alga di kolam sudah mulai teratasi dan sekitar 75 persen masalah telah berhasil dibersihkan.
Atlet Olimpiade Ditangkap
Di tengah kontroversi tersebut, seorang atlet Olimpiade Amerika Serikat justru ikut terseret.
David Hearn, atlet kano tiga kali Olimpiade, ditangkap pada Jumat setelah menyentuh bagian pelapis biru kolam yang terlihat terkelupas.
Hearn mengaku hanya penasaran dan ingin mengetahui kondisi material yang mengelupas tersebut.
“Saya tidak melakukan vandalisme apa pun. Saya tidak merusak, menghancurkan, atau mengelupas apa pun. Ketika saya sadar apa yang terjadi, saya sudah diborgol,” kata Hearn kepada The Washington Post.
Alga Tetap Bermunculan
Proyek renovasi Reflecting Pool merupakan bagian dari program besar Trump untuk mempercantik Washington DC menjelang perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Trump secara khusus memerintahkan agar kolam tersebut dibuat berwarna “American Flag Blue” atau biru seperti warna bendera AS.
Namun hanya beberapa hari setelah proyek selesai, air kolam berubah hijau akibat pertumbuhan alga.
Pegawai National Park Service kemudian diterjunkan untuk membersihkan kolam menggunakan alat penyaring dan menambahkan hidrogen peroksida ke dalam air guna menekan pertumbuhan alga.
Kementerian Dalam Negeri AS bahkan sempat mengklaim teknologi “nanobubbler” yang digunakan berhasil membunuh alga secara efektif.
Meski demikian, laporan sejumlah media menunjukkan air kolam masih tampak keruh. Alga tetap terlihat di beberapa bagian, sementara serpihan cat berukuran besar terus mengapung di permukaan.
Majalah The Atlantic melaporkan hasil uji laboratorium menemukan alga yang tumbuh di kolam tersebut berasal dari jenis Scenedesmus, kelompok alga hijau yang umum ditemukan di perairan dangkal.
Proyek Tanpa Tender Jadi Sorotan
Kontroversi tidak berhenti pada persoalan alga dan vandalisme.
The New York Times melaporkan sistem pemurnian air yang digunakan dalam proyek tersebut diberikan melalui kontrak tanpa tender kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan pendukung lama Trump.
Laporan itu memicu kritik dari sejumlah pihak yang mempertanyakan transparansi proyek bernilai jutaan dolar tersebut.
Gubernur Minnesota Tim Walz, yang menjadi calon wakil presiden dari Partai Demokrat pada Pemilu 2024 mendampingi Kamala Harris, ikut menyindir proyek tersebut melalui media sosial X.
“Menemukan masalah yang sebenarnya tidak ada, mengklaim hanya mereka yang bisa memperbaikinya, mengabaikan para ahli, memberikan proyek kepada teman-teman yang meraup jutaan dolar, gagal total, lalu membanggakan hasilnya. Itulah gambaran singkat seluruh masa kepresidenan Trump,” tulis Walz.
Kontroversi Reflecting Pool kini menjadi simbol terbaru dari proyek renovasi ambisius Trump di Washington DC yang justru menuai kritik dan perdebatan publik.

Tinggalkan Balasan