DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Bali di Jaya Sabha, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan sampah di Bali, mulai dari penghentian sistem open dumping di TPA, peningkatan pemilahan sampah dari sumber, hingga persiapan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.

Turut juga hadir, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Galosa, serta Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Usai rapat, Menteri Jumhur mengapresiasi komitmen pemerintah daerah di Bali dalam memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah.

“Saya bahagia ternyata pimpinan di Bali punya komitmen yang begitu kuat untuk semakin hari semakin baik dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Jumhur, kondisi pengelolaan sampah di Bali saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Berharap Kerjasama dengan Inggris Diperluas ke Berbagai Sektor

Ia menilai berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah telah berjalan ke arah yang benar, sembari menunggu beroperasinya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Secara umum Bali sudah lebih baik dari yang sebelumnya kita bayangkan. Langkah-langkah yang dilakukan sekarang sudah baik dan ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Kita optimistis Bali akan semakin bersih dan tetap menjadi pujaan wisatawan Indonesia maupun mancanegara,” katanya.

Jumhur juga menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung pendekatan pengelolaan sampah yang memanfaatkan kearifan lokal di masing-masing daerah.

“Walaupun secara nasional kita memiliki guide, di daerah ada cara-cara genius lokal atau kearifan lokal dalam menangani sampah. Itu harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Selain membahas sampah domestik, Kementerian LH juga katanya, berkomitmen menangani persoalan sampah kiriman yang kerap ditemukan di pesisir Bali.

“Kami akan berkoordinasi dengan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sumber sampah kiriman agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan,” terangnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Lepas 215 Kontingen Bali Berlaga di POPNAS 2023

Dalam kesempatan itu, Jumhur menyebut tingkat pemilahan sampah di Bali saat ini telah mencapai sekitar 70 hingga 76 persen dari target 100 persen.

Lebih jauh, dia mengatakan pemerintah berkomitmen mengakhiri praktik open dumping di seluruh TPA, termasuk di Suwung Denpasar. Meskipun, tambahnya, penutupan tidak dilakukan secara ekstrem.

Jumhur mengatakan sampah jenis residu yang tidak bisa diolah akan masih diberikan ruang untuk dibuang ke TPA Suwung, namun secara ketat akan dibatasi.

“Yang ditutup adalah sistem open dumping-nya. Kalau masih ada residu yang belum bisa diolah, tentu tetap perlu tempat penampungan. Namun jumlahnya akan jauh lebih sedikit dibandingkan sekarang,” katanya.

Jumhur mengatakan jika pemilahan berjalan dengan bagus dan tata kelola sampah di bagian hilir dan di tengah berjalan baik, maka di bagian ujung bisa menuju zero waste.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dalam rapat koordinasi tersebut seluruh kepala daerah memaparkan perkembangan pengelolaan sampah di wilayahnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Ajak BKKBN Bali Sinergi Berantas Stunting

“Kami baru saja rapat dan mendengarkan arahan dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup. Beliau berkenan mendengarkan perkembangan pengelolaan sampah di Provinsi Bali,” ujar Koster.

Menurut Koster, dalam arahannya Menteri Lingkungan Hidup meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bali segera mengakhiri praktik open dumping di TPA masing-masing, termasuk di TPA Suwung.

Selain itu, rapat juga membahas persiapan groundbreaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang direncanakan segera dimulai.

“Dalam arahannya, Pak Menteri meminta agar open dumping diakhiri di seluruh TPA kabupaten/kota, termasuk TPA Suwung. Kami juga membahas persiapan groundbreaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” kata Koster.

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dukungan dan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di Pulau Dewata.

“Kami berterima kasih atas komitmen Bapak Menteri yang sangat tinggi terhadap pengelolaan sampah di Provinsi Bali,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana