Gubernur Koster Proyeksikan Laba BPD Bali Tembus Rp1,4 Triliun pada 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan laba Bank BPD Bali mampu menembus Rp1,4 triliun hingga akhir tahun 2026, menyusul capaian kinerja positif perusahaan yang hingga Mei 2026 telah membukukan laba sekitar Rp696 miliar.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Pengarahan Gubernur Bali dalam rangka memperingati HUT ke-64 Bank BDP Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Sabtu (30/05/2026).
Dalam kesempatan itu, Koster menyebut capaian laba BPD Bali hingga Mei 2026 menunjukan tren pertumbuhan yang sangat baik. Menurutnya, jika tren tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun, laba Bank BPD Bali berpotensi menembus Rp1,4-1,5 triliun.
“Tadi Pak Dirut menyampaikan laba perusahaan hingga Mei sudah sekitar Rp696 miliar lebih. Kalau diproyeksikan sampai Juni bisa mencapai Rp700 miliar lebih untuk semester pertama. Kalau tren ini terus berlanjut, Desember 2026 laba BPD Bali bisa mencapai Rp1,4 triliun, bahkan kita berharap bisa Rp1,5 triliun,” ujar Koster.
Menurutnya, kinerja Bank BPD Bali saat ini tergolong sangat baik dibanding sejumlah Bank Pembangunan Daerah lain di Indonesia.
Ia mencontohkan, terdapat BPD dengan aset mencapai Rp180 triliun namun hanya mampu mencetak laba sekitar Rp300 miliar per tahun. Sementara itu, Bank BPD Bali yang asetnya sekitar Rp42 triliun mampu membukukan laba jauh lebih tinggi.
“Kalau saya sebagai dosen memberi nilai, maka BPD Bali sudah layak mendapat nilai A, bahkan cumlaude,” katanya.
Meski demikian, Koster menilai capaian tersebut belum menjadi batas maksimal. Ia meyakini kinerja perseroan masih dapat ditingkatkan apabila seluruh sistem dan sumber daya bekerja lebih optimal.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma melaporkan bahwa tengah kondisi geopolitik global dan kenaikan BI rate, Bank BPD Bali mampu mengantongi laba Rp 696 miliar hingga akhir Mei 2026.
Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 8,46 persen. Ia menjelaskan, kredit UMKM masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Bali sekaligus motor utama pertumbuhan Bank BPD Bali dengan pertumbuhan hampir 11 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 1 persen.
Adapun total aset Bank BPD Bali tumbuh 8,19 persen menjadi Rp43,117 triliun. Lalu, dana pihak ketiga tumbuh 5,68 persen menjadi Rp35,397 triliun.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank BPD Bali tetap terjaga meskipun terjadi gejolak geopolitik,”ujarnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan dari sisi rasio keuangan, Bank BPD Bali juga dinilai masih berada dalam kondisi sangat sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sekitar 30 persen, Return on Asset (ROA) 4,29 persen, Return on Equity (ROE) 28,39 persen, dan Non Performing Loan (NPL) terjaga di angka 0,96 persen.
Sudharma menjelaskan sejak 2018 atau awal kepemimpinan Gubernur Koster, kinerja Bank BPD Bali mengalami peningkatan signifikan. Total aset meningkat dari Rp24,454 triliun menjadi lebih dari Rp42 triliun pada Mei 2026.
Tak hanya itu, posisi Bank BPD Bali secara nasional juga mengalami peningkatan. Jika pada 2018 berada di peringkat sembilan nasional dari 27 BPD, kini naik menjadi enam besar nasional.
“Dengan aset sekitar Rp42 triliun, laba Bank BPD Bali sudah mencapai lebih dari Rp1 triliun. Bahkan dibandingkan sejumlah BPD lain yang asetnya lebih besar, laba mereka masih berada di bawah Bank BPD Bali,” ujarnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan