Ferrari listrik resmi meluncur, taruhan besar pabrikan Italia

DIKSIMERDEKA.COM ROMA — Ferrari akhirnya resmi meluncurkan Ferrari listrik pertama dalam sejarah perusahaan. Mobil bernama Luce itu menjadi langkah paling berani pabrikan supercar Italia di tengah lesunya pasar mobil listrik premium dunia.

Dilansir dari BBC, Ferrari memperkenalkan Luce di Roma, Senin waktu setempat. Mobil empat pintu tersebut langsung mencuri perhatian karena menjadi Ferrari pertama dengan lima kursi penumpang.

Ferrari listrik pertama itu dikembangkan bersama mantan kepala desain Apple Jony Ive dan kolektif desain LoveFrom. Kehadiran Luce sekaligus menjadi pertaruhan besar Ferrari saat sejumlah rival seperti Porsche dan Lamborghini mulai mengurangi ambisi kendaraan listrik akibat permintaan pasar yang melemah.

CEO Ferrari Benedetto Vigna mengatakan pengembangan Luce memakan waktu lima tahun.

“Ini adalah hasil dari lima tahun kerja keras,” kata Vigna di hadapan lebih dari 200 jurnalis di Roma.

Ferrari Luce dibanderol Rp11,4 miliar

Ferrari membanderol Luce dengan harga €550 ribu atau sekitar Rp11,4 miliar. Sementara dalam konversi dolar AS, mobil itu setara sekitar US$640 ribu atau sekitar Rp11,4 miliar (kurs Rp17.845 per dolar AS).

Baca juga :  Sukseskan Penyelenggaraan G20, Menhub Apresiasi Kolaborasi Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik di Bali

Pengiriman Ferrari listrik pertama itu dijadwalkan mulai kuartal IV 2026.

Ferrari tampaknya membidik keluarga super kaya lewat Luce. Mobil ini menawarkan kursi nyaman, teknologi premium dan bagasi berkapasitas 600 liter.

Selain itu, Ferrari menyematkan empat motor listrik, masing-masing satu di tiap roda. Teknologi itu membuat Luce mampu menghasilkan tenaga lebih dari 1.000 horsepower.

Ferrari juga mengklaim mobil tersebut mampu melaju di atas 310 kilometer per jam dengan jarak tempuh lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya.

“Itu benar-benar menakjubkan,” ujar Chief Marketing dan Commercial Officer Ferrari Enrico Galliera.

Ferrari coba rebut pasar China lewat mobil listrik

Peluncuran Ferrari listrik pertama bukan sekadar soal teknologi baru. Ferrari juga mencoba memperluas pasar ke China, negara yang kini sangat agresif mengadopsi kendaraan listrik.

Di China, mobil berbahan bakar bensin berkapasitas besar dikenai pajak tinggi. Karena itu, Ferrari melihat peluang besar untuk menjual supercar listrik premium di pasar tersebut.

Baca juga :  Dukungan Infrastruktur dan Komitmen Pemerintah, Bali Dapat Menjadi Pasar Kendaraan Listrik

“Dalam basis pelanggan kami, banyak yang mencari sesuatu yang benar-benar berbeda untuk digunakan pada momen kehidupan yang berbeda,” kata Galliera.

Ferrari berharap generasi baru pecinta otomotif yang tumbuh bersama teknologi, AI dan kendaraan listrik mulai beralih dari mesin V12 tradisional menuju mobil listrik mewah berteknologi tinggi.

Ferrari tinggalkan desain agresif klasik

Ferrari juga mengubah pendekatan desain pada Luce. Mobil itu hadir dengan bodi lebih besar dan dominasi kaca yang luas, berbeda dari karakter agresif khas Ferrari selama ini.

Saat peluncuran, Ferrari menampilkan lima unit Luce dengan warna berbeda mulai merah khas Ferrari hingga putih dan biru muda.

Meski tampil futuristis, Ferrari tetap mempertahankan nuansa kemewahan klasik di kabin. Interior Luce menggunakan material kulit premium, kaca dan aluminium anodized.

Selain itu, Ferrari tetap mempertahankan sejumlah tombol fisik, berbeda dari Tesla dan beberapa produsen mobil listrik China yang mengandalkan kontrol layar sentuh penuh.

Ferrari juga menambahkan suara getaran alami dari sistem penggerak listrik untuk menjaga sensasi emosional yang selama ini menjadi identitas mobil Ferrari.

Baca juga :  Dorong Green Recovery Bali, 35 Kendaraan Listrik Dipinjamkan ke Desa Adat di Kota Denpasar

Kini, Ferrari listrik pertama menjadi salah satu taruhan terbesar industri otomotif premium dunia. Jika sukses, langkah Ferrari bisa mengubah arah pasar supercar global yang selama ini identik dengan suara mesin bensin bertenaga besar.
Peluncuran Ferrari listrik pertama kini menjadi perhatian besar industri otomotif dunia. Sebab, Ferrari selama puluhan tahun identik dengan suara mesin V8 dan V12 yang agresif. Namun kini, Ferrari mulai masuk ke era kendaraan listrik premium demi mengikuti perubahan pasar global.

Selain itu, Ferrari juga ingin menarik generasi muda kaya yang tumbuh bersama teknologi digital dan AI. Karena itu, Ferrari berharap Luce mampu membuka pasar baru, terutama di China yang saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan mobil listrik dunia.

Jika Ferrari listrik pertama sukses di pasar global, produsen supercar lain kemungkinan akan semakin agresif mengembangkan kendaraan listrik mewah berperforma tinggi.