Israel Klaim Mohammed Odeh Tewas

DIKSIMERDEKA.COM GAZA— Israel mengklaim telah membunuh kepala baru sayap bersenjata Hamas di Gaza, Mohammed Odeh, dalam serangan udara yang dilakukan pada Selasa waktu setempat. Klaim itu disampaikan hanya beberapa hari setelah Israel menewaskan pendahulunya dalam operasi serupa.

Dilansir Arabnews,Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Odeh tewas dalam serangan militer Israel di Gaza.

“Komandan sayap bersenjata organisasi teroris Hamas di Gaza dieliminasi kemarin dan dikirim menemui rekan-rekannya di kedalaman neraka,” kata Katz melalui akun X miliknya.

Dalam pernyataan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Katz, Israel menyebut Mohammed Odeh menjadi target operasi militer karena dianggap sebagai salah satu perancang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 silam.

Baca juga :  55 Desa Dievakuasi, 100 Ribu Reservis Dikerahkan! Israel–Hezbollah Nyaris Perang TerbukDa

“Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, IDF baru saja melakukan serangan di Gaza yang menargetkan Mohammed Odeh komandan baru sayap militer organisasi teroris Hamas dan salah satu arsitek pembantaian 7 Oktober,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Odeh ditunjuk sebagai kepala Brigade Ezzedine Al-Qassam setelah pendahulunya, Ezzedine Al-Haddad, tewas dalam serangan Israel di Gaza pada awal Mei lalu.

Gaza Kembali Memanas

Israel menuduh Odeh sebelumnya menjabat sebagai kepala intelijen Hamas selama serangan 7 Oktober dan bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, serta serangan terhadap warga sipil dan tentara Israel.

Hingga kini, Hamas belum memberikan komentar resmi terkait klaim Israel tersebut.

Baca juga :  Trump Tunda Serangan ke Iran, Timur Tengah Deg-Degan Lagi!

Di sisi lain, badan pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas melaporkan seorang perempuan tewas akibat serangan udara Israel di kawasan Rimal, Gaza City bagian barat.

Menurut data AFP berdasarkan angka resmi Israel, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.221 orang di Israel. Setelah serangan itu, Netanyahu berjanji akan memburu dan menghabisi seluruh tokoh yang dianggap bertanggung jawab atas operasi Hamas.

Sebagai balasan, operasi militer Israel di Gaza disebut telah menewaskan sedikitnya 72.803 orang menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah Hamas. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut angka korban tersebut dapat dipercaya.

Baca juga :  Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ali Khamenei yang Kini Memimpin Iran

Sejak perang meletus, Israel dan badan intelijennya terus memburu para pemimpin politik serta komandan militer Hamas di Gaza maupun kawasan Timur Tengah lainnya.

Israel Intensifkan Operasi terhadap Hamas

Dalam operasi sebelumnya, Israel mengklaim telah membunuh sejumlah tokoh penting Hamas, termasuk mantan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar yang dianggap sebagai salah satu dalang utama serangan 7 Oktober.

Israel juga menyatakan Mohammed Deif, komandan lama sayap bersenjata Hamas yang disebut sebagai arsitek serangan tersebut, telah tewas selama perang berlangsung.

Serangan Israel turut menyasar anggota Hamas di Lebanon serta sejumlah komandan senior Hizbullah yang didukung Iran, termasuk mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.