DIKSIMERDEKA.COM PARIS-Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis memicu kepanikan di dalam kereta rute Paris-Nice setelah ratusan penumpang mengalami sesak napas akibat suhu tinggi di gerbong tanpa pendingin udara, Selasa (26/5/2026) waktu setempat.

Kereta tersebut akhirnya dihentikan setelah kondisi di dalam gerbong berubah seperti oven. Video yang viral di media sosial memperlihatkan penumpang berdiri di sisi rel, mencari tempat teduh sambil meminum air dan jus untuk bertahan dari hawa panas.

Baca juga :  4 Desainer Muda Bali Tampilkan Rancangan Busana di Paris

Tim penyelamat datang ke lokasi setelah penumpang terjebak selama sekitar empat jam di tengah suhu ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Prancis.

Menurut laporan media lokal, gerbong kereta tidak dilengkapi pendingin udara sehingga memperparah situasi di dalam kereta. Banyak penumpang terlihat duduk di tangga dan area sekitar rel sambil menunggu evakuasi.

Insiden ini memicu kemarahan publik terhadap sistem transportasi Prancis. Salah satu pengguna media sosial menyebut transportasi publik di negara itu “semakin memalukan” karena gangguan terus terjadi meski tarif terus naik.

Baca juga :  Pemesanan Tiket KA Libur Nataru 2022/2023 Dibuka H-45 Keberangkatan

Gelombang panas kali ini disebut sebagai peristiwa cuaca ekstrem yang sangat langka. Ahli iklim Christophe Cassou mengatakan fenomena tersebut hanya memiliki kemungkinan satu banding seribu untuk terjadi pada periode ini berdasarkan data iklim 1979–2025.

Baca juga :  “Ambil Sendiri Minyakmu!” Donal Trump Ngamuk Ke Negara Eropa Yang Ogah Bantu AS Melawan Iran

Badan cuaca Météo France mencatat lebih dari 350 kota di Prancis mengalami suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Mei. Temperatur bahkan mencapai 37,1 derajat Celsius di wilayah Landes, Prancis barat daya.

Pemerintah Prancis juga mengaktifkan peringatan gelombang panas level oranye di sejumlah wilayah. Para ahli memperingatkan gelombang panas ekstrem seperti ini akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.