Indonesia Mulai Impor Minyak Nigeria, Hindari Risiko Selat Hormuz
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA-Indonesia mulai menerima pengiriman minyak mentah dari Nigeria sebagai bagian dari strategi diversifikasi impor energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari kawasan Asia Barat.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi krisis pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah dan ancaman gangguan di Selat Hormuz.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, mengatakan pengiriman minyak dari Nigeria sudah berlangsung dan mulai tiba di Indonesia.
Menurut laporan Antara pada Rabu (13/5/2026), Laode menyebut Rusia, Amerika Serikat, dan Nigeria kini menjadi sumber alternatif utama impor minyak mentah Indonesia karena memiliki volume pasokan besar.
Ia juga memastikan cadangan energi domestik Indonesia, termasuk minyak mentah, bahan bakar minyak, dan LPG, masih dalam kondisi aman.
Sebelum konflik di Timur Tengah meningkat, sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Asia Barat.
Pada April lalu, setelah pembicaraan dengan Moskow, Indonesia memperoleh komitmen pasokan sebanyak 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. Pengiriman dijadwalkan berlangsung bertahap hingga akhir 2026.
Laode menjelaskan Indonesia kini memprioritaskan impor minyak dari wilayah yang jalur pengirimannya tidak melewati Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada Senin menyatakan Indonesia akan mulai mengimpor minyak mentah Rusia dalam beberapa pekan ke depan.
Langkah diversifikasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ancaman terhadap rantai distribusi minyak dunia.

Tinggalkan Balasan