PKB Bali Panaskan Mesin Lebih Awal, 9 Tokoh Lokal Diklaim Bergabung
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Sebanyak sembilan tokoh lokal disebut menyatakan minat bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bali untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Bali Ahmad Iman Sukri mengatakan sembilan tokoh tersebut telah menyatakan minatnya bergabung dengan PKB. Namun, ia enggan mengungkap identitas para tokoh yang dimaksud.
“Sudah ada sembilan tokoh lokal yang bertemu saya. Tapi untuk saat ini nama-namanya belum bisa saya bocorkan,” kata Iman Sukri di Denpasar, Kamis, (7/05/2026).
Menurut anggota DPR RI itu, minat sejumlah tokoh lokal bergabung menjadi bagian dari strategi PKB Bali menghadapi Pemilu 2029.
Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini PKB tengah fokus membenahi struktur organisasi hingga merekrut bakal calon legislatif.
Ia mengatakan pembenahan partai dilakukan secara bertahap mulai 2026. Penataan meliputi struktur kepengurusan dari tingkat wilayah, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ranting.
“Lima tahun lalu kami agak kewalahan di Bali karena memang tidak dipersiapkan. Sekarang verifikasi faktual kami siapkan lebih awal. Apalagi PKB merupakan partai parlemen, seharusnya lebih mudah,” katanya.
Anggota DPR RI itu menargetkan seluruh restrukturisasi partai rampung pada 2027. Setelah itu, PKB Bali akan lebih fokus pada pencalegan dini dan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029.
Ia menyampaikan PKB Bali memasang target 10 kursi DPRD kabupaten/kota pada pemilu mendatang. Selain itu, partai menargetkan masing-masing satu kursi untuk DPRD Bali dan DPR RI.
Menurut Iman, target tersebut realistis. Ia memproyeksikan perolehan kursi di Jembrana meningkat dari dua menjadi empat kursi, sementara Buleleng naik dari satu menjadi dua kursi.
Adapun Denpasar, Badung, Klungkung, Gianyar, dan Karangasem masing-masing dibidik meraih satu kursi.
“Sepuluh kursi untuk kabupaten itu target realistis, tidak muluk-muluk,” ujarnya.
Ia mengatakan basis suara PKB di Bali saat ini masih bertumpu pada Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Namun, Denpasar dinilai memiliki potensi pemilih besar yang belum tergarap optimal.
Untuk memperluas basis dukungan, PKB Bali mengusung strategi politik inklusif. Partai berlambang bola dunia itu ingin menjadi rumah politik bagi seluruh masyarakat Bali, baik penduduk asli maupun pendatang.
Menurut Iman, strategi tersebut sejalan dengan visi pendiri PKB, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang menekankan nilai kebangsaan dan toleransi.
“PKB dilahirkan ulama Nahdlatul Ulama untuk bangsa. Tugas PKB kurang lebih sama dengan NU, tetapi melalui jalur politik, yakni menjaga keutuhan Indonesia dan memperjuangkan keadilan sosial,” katanya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan