Mencekam!Gencatan Senjata AS–Iran Goyah, Hormuz Memanas, Trump Ancam Iran
DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON,— Selat Hormuz kembali jadi titik panas dunia. Tembakan dilepaskan, drone diluncurkan, dan ancaman keras dilontarkan,gencatan senjata AS Iran kini di ambang runtuh.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada di ujung ketidakpastian setelah kedua pihak dilaporkan saling melepaskan tembakan di kawasan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump bahkan menolak memastikan apakah kesepakatan tersebut masih berlaku.
Ketegangan meningkat ketika Uni Emirat Arab, sekutu AS, menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 19 rudal dan drone yang diluncurkan Iran. Serangan drone juga memicu kebakaran besar di fasilitas minyak di wilayah Fujairah.
Dalam pernyataannya, Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia memperingatkan bahwa pasukan Iran akan dihancurkan jika berani menyerang kapal-kapal Amerika.
“Pasukan Iran akan ‘dilenyapkan dari muka bumi’ jika mereka mencoba menargetkan kapal AS di Selat Hormuz atau Teluk Persia,” kata Trump.
Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut langsung berdampak pada ekonomi global. Harga minyak melonjak sementara pasar saham melemah, seiring kekhawatiran terhadap keamanan distribusi energi dunia. Seorang analis pasar energi bahkan memperkirakan harga bensin di AS bisa menembus US$5 per galon jika Selat Hormuz tetap tertutup.
Sementara itu, sebuah kapal yang dioperasikan Korea Selatan dilaporkan terbakar akibat ledakan di Selat Hormuz pada Senin. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan kapal tersebut akan ditarik ke pelabuhan terdekat untuk pemeriksaan dan perbaikan.
Kapal itu membawa 24 awak, termasuk enam warga Korea Selatan, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hingga kini, sebanyak 26 kapal yang terkait dengan Korea Selatan masih tertahan di kawasan tersebut sejak konflik di Timur Tengah memanas.
Para analis menilai masa depan gencatan senjata sangat bergantung pada perkembangan situasi di Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan. Perbedaan sikap antara kelompok garis keras dan moderat di Iran juga disebut turut memengaruhi arah konflik.
Serangan Iran ke wilayah Uni Emirat Arab pada Senin turut memperburuk situasi. Otoritas setempat melaporkan tiga warga negara India mengalami luka sedang akibat serangan drone yang memicu kebakaran besar di zona industri minyak Fujairah.
Situasi ini menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Teluk, dengan Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial yang menentukan stabilitas geopolitik dan ekonomi global.

Tinggalkan Balasan