DIKSIMERDEKA.COM AUCKLAND, —Bayangkan sebuah komet yang hanya muncul sekali dalam 170 ribu tahun dan saat ini sedang melintas di langit. Fenomena langka ini kini bisa disaksikan dari belahan bumi selatan, sebelum akhirnya menghilang mungkin untuk selamanya.

Dalam dua minggu ke depan, pengamat langit punya kesempatan langka melihat keajaiban kosmik yang jarang terjadi sepanjang sejarah manusia.



Komet langka bernama C/2025 R3 PanSTARRS akan melintas di langit belahan bumi selatan dalam dua pekan ke depan. Fenomena ini memberi kesempatan langka bagi pengamat bintang untuk menyaksikannya sebelum komet tersebut menghilang selama sekitar 170.000 tahun.

Baca juga :  Sampah Roket China Jatuh di Indonesia, Pakar UGM Ingatkan Ancaman ke Pemukiman Warga

Astronom dari Te Whatu Stardome di Auckland, Josh Aoraki, mengatakan komet ini sebelumnya terlihat di belahan bumi utara, namun kini telah “berputar mengelilingi Matahari” dan mulai tampak di langit selatan.

Meski cukup terang, komet ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Pengamat membutuhkan bantuan teropong, teleskop, atau kamera untuk menangkap penampakannya.

“Ini bukan komet yang bisa dilihat langsung tanpa alat, tapi cukup mudah untuk difoto,” ujar Aoraki seperti .

Komet ini akan semakin redup dalam dua minggu ke depan. Oleh karena itu, pengamat di wilayah seperti Selandia Baru, Australia, Afrika Selatan, dan kawasan Pasifik disarankan untuk segera mengamatinya.

Baca juga :  Sembilan Siswa MTs N 31 Jakarta Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

Waktu terbaik untuk melihat komet adalah sesaat setelah matahari terbenam, dengan posisi rendah di horizon barat. Dalam kondisi langit cerah tanpa halangan, komet akan tampak paling jelas sekitar satu jam setelah senja.

Pengamat yang berhasil melihatnya akan menyaksikan bola berwarna biru kehijauan dengan ekor samar. Warna tersebut berasal dari koma, yakni gas yang mengelilingi inti komet.

Komet ini berasal dari Awan Oort, kawasan berisi objek es di tepi terluar tata surya. Ditemukan pada 2025, komet ini termasuk komet periode panjang yang membutuhkan waktu sekitar 170.000 tahun untuk mengelilingi Matahari.

Baca juga :  “Langit Indonesia ‘Padam’ Sesaat! Asteroid Tutupi Bintang 26 April 2026”

Namun, para ilmuwan menyebut lintasan komet sulit diprediksi. Saat mendekati Matahari, komet kehilangan massa yang dapat mengubah jalurnya.

“Bisa saja kembali dalam waktu tersebut, tapi juga mungkin terlempar keluar dari tata surya sepenuhnya,” kata Aoraki.

Fenomena ini menjadi momen langka bagi para pengamat langit, mengingat kemungkinan besar komet tersebut tidak akan terlihat lagi dalam rentang waktu kehidupan manusia.