DIKSIMERDEKA.COM LAMPUNG sampah roket China jatuh di Indonesia bikin geger warga Lampung dan Sumatera Selatan . Objek terang yang melintas di langit malam ternyata bukan meteor, melainkan serpihan roket milik China, CZ-3B pada Sabtu (4/4/2026/malam.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan benda tersebut adalah bagian roket CZ-3B R/B yang sempat mengorbit bumi pada 4 April 2026.

Sebelumnya, warga sempat dihebohkan dengan kemunculan cahaya terang yang meluncur cepat dan pecah menjadi beberapa bagian di langit malam.


Bukan Kejadian Pertama

Dosen Fisika FMIPA UGM, Dr. Dwi Satya Palupi, mengingatkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama.

Baca juga :  benda terbang misterius Gegerkan Warga Lampung & Sumsel , Diduga Meteor atau Sampah Antariksa?

Menurutnya, Indonesia harus mulai serius memantau sampah antariksa yang berpotensi jatuh ke wilayah RI.

Ia menegaskan perlunya tim khusus untuk mengantisipasi ancaman dari benda luar angkasa tersebut.


Bisa Diprediksi, Tapi Belum Maksimal

Dwi menjelaskan, sebenarnya jatuhnya sampah antariksa bisa diprediksi melalui aplikasi pemantauan benda luar angkasa.

Namun, Indonesia belum memiliki sistem sendiri yang optimal.

Ia bahkan menyarankan agar Indonesia segera mengembangkan aplikasi pemantauan tersebut agar lebih siap menghadapi kejadian serupa di masa depan.


Kenapa Terlihat Seperti Meteor?

Menurut Dwi, sampah antariksa yang masuk atmosfer dengan kecepatan tinggi akan terbakar dan berpijar.

Baca juga :  Ekstrak Kayu Raru Turunkan Gula Darah 21%, Riset BRIN Buka Harapan Baru Obat Diabetes

Itulah sebabnya, dari permukaan bumi, benda tersebut terlihat seperti meteor, bintang jatuh, atau komet.

Ia menyebut wajar jika masyarakat awam sulit membedakan fenomena tersebut.


Potensi Bahaya Nyata

Meski terlihat indah, fenomena ini sebenarnya menyimpan risiko besar.

Dwi mengingatkan bahwa jika sampah antariksa jatuh ke pemukiman padat, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi manusia.

Beruntung, dalam kasus ini serpihan roket jatuh ke laut.

Namun, risiko tetap ada karena dapat mengganggu ekosistem laut.


Fenomena sampah roket China jatuh di Indonesia menjadi alarm serius.

Jumlah sampah antariksa terus meningkat. Artinya, risiko benda jatuh ke bumi juga makin besar.

Baca juga :  Sembilan Siswa MTs N 31 Jakarta Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

Jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin suatu saat serpihan tersebut jatuh ke permukiman atau fasilitas vital.


Butuh Komitmen Global

Dwi menegaskan, solusi tidak bisa hanya dari satu negara.

Dunia perlu memiliki komitmen bersama untuk mengurangi sampah antariksa.

Perusahaan peluncur roket juga harus mulai memikirkan dampak jangka panjang dari aktivitas mereka.

Fenomena ini bukan sekadar tontonan langit.

Ini adalah peringatan bahwa ancaman dari luar angkasa nyata dan perlu diantisipasi serius.

Indonesia harus mulai memperkuat sistem pemantauan agar tidak kecolongan di masa depan.