DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Lapas Kelas IIA Kerobokan menggelar kegiatan donor darah yang diikuti oleh petugas internal, pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, serta perwakilan pegawai dari berbagai UPT di wilayah Bali, pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan donor darah ini dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam berbagi. Ia mengatakan kegiatan kali ini berhasil mengumpulkan 22 kantong darah untuk nantinya disalurkan.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Dorong Penurunan Residivisme Lewat Pelatihan Kemandirian Warga Binaan

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan refleksi kolektif jajaran pemasyarakatan. Sebanyak 22 kantong darah ini adalah wujud nyata pengabdian kami yang terus mengalir demi kemanusiaan,” tegas Hudi.

Lebih lanjut, Hudi mengatakan kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam membangun integritas petugas sekaligus menjadi bagian tidak terpisahkan dari penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Baca juga :  SAE Lembah Hijau, Langkah Inovatif Lapas Kerobokan Bangun Citra Positif Pemasyarakatan

Ia menjelaskan semangat ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya pada poin ke-13 mengenai layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan solidaritas yang ditunjukkan oleh jajaran lintas unit di Bali.

Baca juga :  Disiplin Petugas Diperkuat Jelang HBP ke-62, Lapas Kerobokan Tingkatkan Kewaspadaan

Ia menekankan bahwa kehadiran pegawai wilayah dalam aksi di Kerobokan ini memperkuat citra positif institusi sebagai organisasi yang humanis, kompak, dan responsif terhadap kebutuhan sosial.

“Dengan semangat yang berkobar, Pemasyarakatan terus melangkah maju, membuktikan bahwa di balik tembok jeruji, tetap tumbuh ketulusan yang murni demi kehidupan yang lebih berarti bagi sesama,” terangnya.

Editor: Agus Pebriana