DIKSIMERDEKA.COM,JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersiap meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, Selasa (24/2/2026), di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat. Indeks ini digadang-gadang jadi “kompas nasional” untuk mengukur kekuatan sekaligus kelemahan kinerja daerah dalam menopang ekonomi nasional.

Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN Boediastoeti Ontowirjo menegaskan, kekuatan ekonomi nasional sejatinya adalah akumulasi kinerja daerah. Karena itu, produktivitas dan inovasi di provinsi hingga kabupaten/kota menjadi penentu utama daya saing Indonesia.

“Dalam sistem ekonomi terdesentralisasi, kinerja nasional adalah agregasi kinerja daerah. Penguatan produktivitas dan inovasi daerah jadi krusial,” ujarnya.

Bukan Sekadar Ranking, Tapi Alarm Kebijakan
Menurut Boediastoeti, IDSD 2025 bukan sekadar indeks statistik. Instrumen ini dirancang sebagai alat ukur komprehensif berbasis data untuk memetakan kapasitas riil daerah—mulai dari kualitas SDM, iklim usaha, infrastruktur, kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi.

Baca juga :  Gubernur Koster Terima Bakti Inovasi Indonesia Dari Menristek/BRIN RI

IDSD juga disebut mampu menggeser pola pembangunan dari sekadar mengejar keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif berbasis kebijakan yang tepat sasaran.

“Dengan data akurat, arah pembangunan bisa lebih terukur dan efektif,” jelasnya.

Kunci Target Ekonomi 6,3 Persen
Peluncuran indeks ini diselaraskan dengan tema RKP 2026: kedaulatan pangan dan energi serta ekonomi produktif dan inklusif. Target pertumbuhan ekonomi nasional 6,3 persen, menurut BRIN, sangat bergantung pada ketahanan ekonomi daerah.

Baca juga :  Data UMKM Disebut Tulang Punggung, Komisi VII DPR RI,: Tanpa Penyerapan Pasar Hanya Jadi Slogan!

Karena itu, BRIN menekankan sinergi lintas sektor—pusat, kementerian, hingga pemda—sebagai syarat mutlak agar kebijakan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Forum Adu Strategi Kepala Daerah
Acara peluncuran akan dihadiri 38 gubernur, perwakilan 40 bupati, dan 20 wali kota. Forum ini diharapkan menjadi ruang diskusi terbuka untuk membedah tantangan nyata daya saing wilayah.

“Daya saing nasional kuat lahir dari daerah yang tangguh, inovatif, dan inklusif. IDSD adalah kompas bersama menuju Indonesia berdaya saing global,” tutup Boediastoeti.

Pesan tersiratnya jelas: setelah indeks ini rilis, tak ada lagi alasan daerah bersembunyi di balik slogan pembangunan—karena data akan bicara.