DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Pemerintah tak mau main-main menghadapi tekanan krisis energi global. Langkah tegas langsung diambil: pasokan energi dijaga, harga tetap dikendalikan, dan kebijakan diarahkan untuk rakyat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, seluruh kebijakan energi saat ini berada di jalur yang jelaspro rakyat. Arahan itu datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk membuat formulasi yang baik, yang ideal untuk rakyat kita,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (6/4).

Tak berhenti di situ, Bahlil menegaskan pemerintah kini tak lagi sekadar bicara prosedur. Yang diburu adalah hasil nyata.

“Orientasi kita hasil. Bukan lagi proses. Proses penting, tapi kalau dia tidak mampu menyelesaikan masalah, maka saya butuh orang yang bisa menyelesaikan masalah,” tegas Bahlil.


BBM Subsidi Aman, Daya Beli Dijaga

Di tengah gejolak energi dunia, pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga BBM subsidi. Harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) tetap.

Baca juga :  Bahlil Bertemu Menteri Singapura Tan See Leng, Bahas Ekspor Listrik Surya dari Indonesia

Langkah ini jadi sinyal kuat: daya beli masyarakat adalah prioritas.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi atau Jenis Bahan Bakar Umum (JBU), pembahasan masih berjalan bersama badan usaha terkait.


Pembatasan Pertalite Diterapkan

Namun demikian, pemerintah juga tak tinggal diam soal konsumsi. Efisiensi mulai diterapkan.

Baca juga :  Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan BBM Aman 28 Hari, Listrik Surplus 48 Persen

Pembelian Pertalite (JBKP) kini dibatasi maksimal 50 liter per hari per kendaraan. Aturan serupa juga berlaku untuk solar subsidi bagi mobil pribadi.

Adapun kendaraan umum baik angkutan penumpang maupun barang tidak terdampak kebijakan ini.


Bahlil: Butuh Tim Cepat dan Tangguh

Dalam situasi global yang dinamis, Bahlil menekankan pentingnya respons cepat dari internal Kementerian ESDM.

Baca juga :  34 Kota Disiapkan Proyek Sampah Jadi Energi, Harga Listrik Naik 20 Sen

Menurutnya, hanya tim yang solid dan berorientasi solusi yang bisa menghadapi tekanan energi dunia saat ini.

Selain itu, integritas juga menjadi harga mati dalam pengelolaan sektor energi.


Kebijakan energi saat ini bukan sekadar soal suplai dan harga. Lebih dari itu, ini soal keberpihakan.

Di tengah badai krisis global, pemerintah memilih berdiri di sisi rakyat: menjaga harga, mengontrol konsumsi, dan memastikan energi tetap tersedia.