Kepala Kepresidenan Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem, Pembangunan Capai 19,41 Persen
DIKSIMERDEKA.COM, KARANGASEM – Pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Karangasem telah mencapai progres 19,41 persen.
Capaian tersebut terungkap saat Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Senin (6/4/2026). Peninjauan turut didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.
Qodari menegaskan pentingnya kualitas pembangunan yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki fungsi dan estetika
“Bangunan ini harus memiliki kekuatan, memberikan fungsi, dan estetika. Jadi, ketiga variabel tersebut harus dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga meminta pelaksana proyek agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan bertujuan memastikan program berjalan sesuai rencana.
“Kehadiran saya untuk mengetahui secara langsung apakah program yang direncanakan sudah berjalan atau belum,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Qodari turut menyoroti sejumlah isu teknis, mulai dari perbedaan kategori desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), usulan perluasan cakupan penerima manfaat, hingga tata kelola program ke depan. Ia juga mencatat tantangan dalam penerapan sistem berasrama, di mana sebagian siswa dan orang tua masih enggan berpisah.
“Hal-hal ini akan kami sampaikan ke kementerian terkait di pusat untuk dicarikan solusi,” katanya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani.
Qodari menilai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tulamben cukup strategis karena dekat dengan jalan raya dan berada di kawasan yang berkembang. Ia berharap sekolah ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami akan menyiapkan guru-guru yang terseleksi dengan baik,” ujarnya, seraya meminta dukungan pemerintah daerah untuk mendata calon siswa dari kelompok desil 1 dan 2.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan, khususnya bagi masyarakat miskin dan sangat miskin di Bali, terutama di Karangasem.
“Program ini memberikan dampak bagi masyarakat. Sarana dan prasarana juga sangat memadai, termasuk dukungan teknologi seperti laptop dan akses internet,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan orang tua dan siswa menjadi kunci agar program pendidikan berasrama ini berjalan optimal dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Terkait aspirasi warga Desa Tulamben yang menginginkan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional sekolah, pemerintah daerah bersama pusat mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk memfasilitasi masyarakat yang memenuhi syarat.
Sebelumnya, Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Jonny, melaporkan bahwa hingga minggu ke-15 (30 Maret–5 April 2026), progres pembangunan baru mencapai 19,41 persen.
Secara keseluruhan, pembangunan Sekolah Rakyat ini mencakup berbagai fasilitas, mulai dari gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, tempat ibadah termasuk pura, gedung serbaguna, hingga fasilitas penunjang seperti dapur, gudang, pos keamanan, dan lapangan.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan