15,3 Juta Orang Sudah Bergerak, Menhub Dudy: Puncak Arus Balik Belum Lewat!
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA Pergerakan pemudik belum selesai. Justru, puncaknya masih di depan mata.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, hingga H+3 Lebaran 2026, jumlah penumpang angkutan umum sudah menembus 15,3 juta orang. Angka ini naik 11,11 persen dibanding tahun lalu.
Lonjakan itu menjadi sinyal jelas: arus balik masih akan padat.
“Data tersebut masih bersifat dinamis karena proses perhitungan masih terus berlangsung hingga 30 Maret 2026. Kami masih melihat adanya potensi puncak arus balik pada 28-29 Maret 2026,” ujar Dudy saat meninjau Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Rabu (25/3).
Tak hanya penumpang, pergerakan sarana transportasi juga ikut meningkat 4,07 persen dibanding tahun lalu.
Melihat tren tersebut, Dudy langsung memberi peringatan. Masyarakat diminta tidak menumpuk perjalanan di akhir periode.
Solusinya: balik lebih cepat.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan WFA maupun diskon tarif tol 30 persen pada 26-27 Maret. Harapannya, kepadatan pada 28 atau 29 Maret bisa berkurang,” tegasnya.
Pemerintah memang menyiapkan “rem” kemacetan. Diskon tarif tol diberlakukan di sembilan ruas jalan sebagai insentif agar arus balik tidak menumpuk.
Di sisi lain, Menhub juga mengingatkan pentingnya perencanaan perjalanan. Tanpa pengaturan waktu yang baik, kepadatan bisa sulit dikendalikan.
Meski demikian, ada kabar positif. Tingkat kecelakaan selama arus mudik dan balik tercatat menurun.
Dudy mengapresiasi kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas di lapangan.
“Kami berharap hingga tanggal 29 Maret, tingkat kecelakaan maupun fatalitas terus menurun,” ujarnya.
Namun, aturan tetap harus dijaga. Pembatasan kendaraan berat sumbu tiga ke atas masih berlaku hingga 29 Maret.
Menhub meminta pelaku usaha logistik tidak melanggar aturan tersebut.
“Kami berharap pelaku usaha tetap mematuhi pembatasan. Ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas,” kata Dudy.
Dengan arus yang masih dinamis, satu pesan utama disampaikan: jangan tunggu puncak.

Tinggalkan Balasan