DIKSIMERDEKA.COM, MERAK – Pemerintah mulai memfokuskan penanganan pada arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan evaluasi langsung di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, Minggu (22/3), untuk menindaklanjuti temuan saat puncak arus mudik yang berpotensi terjadi pada Selasa,24 Maret 2026.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini fokus kita memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik,” ujar Dudy.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah percepatan penerapan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB). Skema ini akan diperluas hingga lima sampai enam dermaga untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan.

Baca juga :  Bahlil: BBM Aman Saat Arus Balik Lebaran, Solar Tak Lagi Impor

Selain itu, pemerintah menyiapkan opsi pengalihan ke lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang dan Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika terjadi penumpukan di lintas utama. Penggunaan drone juga akan dimaksimalkan untuk memantau kondisi antrean secara real-time, terutama di Bakauheni.

Pengaturan kendaraan dilakukan dari sisi hulu melalui buffer zone dan rest area dengan sistem penundaan (delaying system) agar kendaraan tidak langsung masuk ke area pelabuhan. Koordinasi dengan Korlantas Polri dilakukan untuk mengatur distribusi arus kendaraan.

Baca juga :  Puncak Arus Balik ke Bali Diperkirakan 14-15 April 2024

Beberapa titik rawan juga menjadi perhatian, seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover serta kawasan penyangga yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas. Selain itu, radius pembelian tiket akan diperluas untuk mengurangi kepadatan di sekitar pelabuhan.

Sistem tiket Ferizy juga diperketat dengan ketentuan satu NIK untuk satu tiket guna mencegah praktik percaloan.

Dari hasil evaluasi, puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 Maret 2026. Secara umum berjalan lancar, namun penerapan TBB dinilai belum optimal karena baru diterapkan di tiga hingga empat dermaga.

Baca juga :  15,3 Juta Orang Sudah Bergerak, Menhub Dudy: Puncak Arus Balik Belum Lewat!

“Penerapan TBB harus lebih responsif. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” kata Dudy.

Kementerian Perhubungan menilai pengaturan arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan perlu diperbaiki agar antrean tidak meluas ke luar area.

Arus balik diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan potensi pergerakan yang tinggi. Pemerintah menyiapkan skenario penanganan untuk mengurangi kepadatan, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas.