DIKSIMERDEKA.COM, LONDON-Arsenal mungkin tidak tampil indah. Tapi yang terpenting: mereka menang!

The Gunners mencuri kemenangan 1-0 atas Brighton dalam laga Premier League di Amex Stadium. Gol tunggal Bukayo Saka pada menit ke-9 menjadi penentu kemenangan yang membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen.

Namun drama sebenarnya justru datang setelah pertandingan. Kabar bahwa Manchester City hanya bermain imbang melawan Nottingham Forest langsung membuat para fans Arsenal bersorak.

Hasil itu membuat Arsenal unggul tujuh poin di puncak klasemen dan kembali memegang kendali penuh dalam perburuan gelar Premier League.

Para pendukung Arsenal yang datang ke Brighton bahkan menyanyikan chant penuh keyakinan:

“Sekarang kalian harus percaya kepada kami, kami akan memenangkan liga!”


Gol Saka yang “Beruntung”

Gol kemenangan Arsenal tercipta cepat. Pada menit ke-9, Bukayo Saka melepaskan tembakan yang tampak biasa saja, tetapi bola mengenai sedikit sentuhan gelandang Brighton Carlos Baleba sebelum mengecoh kiper Bart Verbruggen.

Kiper Brighton sebenarnya masih sempat mencoba menyelamatkan bola. Namun reaksinya terlalu lemah sehingga bola tetap masuk ke gawang.

Setelah unggul, Arsenal tidak bermain agresif. Sebaliknya, tim asuhan Mikel Arteta justru memilih memperlambat tempo pertandingan dan menguasai bola untuk menghemat energi.

Baca juga :  Prediksi Bournemouth vs Aston Villa Sabtu 7 Februari 2026

Strategi itu sukses, tetapi juga membuat Brighton dan para pendukungnya kesal.


Fans Brighton Murka: Arsenal Dituding Buang Waktu

Sejak awal pertandingan, suporter Brighton sudah memperhatikan satu hal: Arsenal sering memperlambat permainan.

Setiap restart seperti:

  • tendangan gawang
  • tendangan sudut
  • lemparan ke dalam
  • tendangan bebas

sering dilakukan dengan tempo lambat.

Kiper Arsenal David Raya bahkan beberapa kali menjatuhkan diri ke lapangan. Wasit Chris Kavanagh sempat memperingatkannya karena dianggap membuang waktu.

Situasi ini membuat suasana memanas.

Pelatih Brighton Fabian Hurzeler bahkan sempat berdebat dengan ofisial keempat David Webb dan juga terlibat adu kata dengan Mikel Arteta di pinggir lapangan.

Bek Arsenal Piero Hincapié bahkan sempat menyuruh Hurzeler diam ketika melakukan lemparan ke dalam di dekat bangku cadangan Brighton.


Hurzeler Serang Arsenal: “Mereka Membuat Aturan Sendiri!”

Setelah pertandingan, Hurzeler melontarkan kritik pedas terhadap cara bermain Arsenal.

“Ada banyak cara untuk menang. Jika mereka memenangkan Premier League, tidak ada yang akan bertanya bagaimana cara mereka menang,” ujar Hurzeler.

Ia merasa Arsenal sengaja melakukan segala cara untuk mengamankan kemenangan.

“Anda bisa merasakan mereka melakukan apa saja untuk memenangkan pertandingan ini. Jika wasit membiarkan semuanya, maka itu menjadi sulit. Mereka seperti membuat aturan sendiri.”

Hurzeler juga menyoroti masalah time wasting yang menurutnya terlalu sering terjadi.

“Apakah Anda akan memberi kartu merah kepada kiper karena dua kartu kuning akibat membuang waktu? Itu tidak akan pernah terjadi. Jadi apa yang harus dilakukan?”

Ia mengaku sempat membahas hal tersebut dengan wasit saat jeda pertandingan.

“Kami berbicara tentang bagaimana mengurangi pemborosan waktu. Dia mengatakan sebenarnya tidak sulit. Kita butuh aturan yang jelas agar wasit bisa dilindungi.”


Hurzeler: “Hanya Brighton yang Benar-Benar Bermain Sepak Bola”

Kritik Hurzeler tidak berhenti sampai di situ.

Baca juga :  Prediksi Real Madrid vs Manchester City: Duel Raksasa di Bernabeu, Guardiola Intip Kemenangan

Ia bahkan menyindir Arsenal dengan mengatakan hanya Brighton yang benar-benar berusaha bermain sepak bola.

“Saya menyukai cara tim saya bermain. Hari ini hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola.”

Pelatih muda asal Jerman itu juga menegaskan ia tidak ingin menang dengan cara seperti itu.

“Saya tidak akan pernah menjadi manajer yang mencoba menang dengan cara seperti itu. Saya ingin mengembangkan pemain dan membuat mereka terus bermain sepak bola.”

Ia juga mempertanyakan kualitas hiburan dari pertandingan tersebut.

“Jika kita bertanya kepada semua orang di ruangan ini apakah mereka menikmati pertandingan tadi, mungkin hanya satu orang yang mengangkat tangan karena dia fans Arsenal.”


Arteta Santai Menanggapi Kritik

Ketika komentar pedas Hurzeler disampaikan kepadanya, pelatih Arsenal Mikel Arteta hanya menjawab singkat.

“Tidak mengejutkan,” kata Arteta dengan nada santai.

Arteta jelas tidak ingin memperpanjang polemik tersebut.

Baca juga :  Prediksi Liverpool vs Barnsley Piala FA, Anfield Siaga Hadapi Kejutan

Dampak Besar bagi Perburuan Gelar Premier League

Meski permainan Arsenal menuai kritik, hasil pertandingan ini sangat penting.

Tiga poin di kandang Brighton membuat Arsenal:

  • memperlebar jarak menjadi tujuh poin di puncak klasemen
  • memberi tekanan besar kepada Manchester City
  • semakin dekat dengan gelar Premier League pertama sejak 2004

Memang, Arsenal mungkin tidak memenangkan simpati semua orang.

Namun dalam sepak bola modern, gelar jauh lebih penting daripada popularitas.

Dan jika harus memilih antara disukai atau menjadi juara, Arsenal jelas sudah menentukan pilihannya.