Disnaker Pantau PMI Asal Bali di Timur Tengah Pascaserangan AS–Israel ke Iran
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker dan ESDM) Provinsi Bali tengah memantau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di kawasan Timur Tengah menyusul memanasnya situasi keamanan pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Kepala Disnaker dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan berdasarkan data BP3MI Bali, tercatat sebanyak 2.490 PMI asal Bali bekerja di kawasan Timur Tengah sepanjang 2025. Sementara itu, hingga Februari 2026 terdapat tambahan mencapai 187 orang.
Ia menjelaskan, PMI asal Bali tersebut tersebar di 11 negara, yakni Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Lebanon, dan Mesir. Adapun PMI asal Bali yang bekerja di Iran hingga saat ini tidak tercatat.
“Berdasarkan data tahun 2025 dan 2026, tidak ada PMI asal Bali yang bekerja di Iran. Namun, pada 2024 sempat tercatat satu orang,” ujar Bagus Setiawan saat ditemui di Kantor Disnasker dan ESDM, Selasa (03/03/2026).
Menurutnya, mayoritas PMI asal Bali yang bekerja di Timur Tengah bergerak di sektor jasa, khususnya sebagai terapis spa dan bidang hospitality.
Lebih lanjut, Bagus Setiawan menyampaikan hingga kini pihaknya belum menerima laporan atau pengaduan dari PMI terkait dampak situasi keamanan di kawasan tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap bersiaga dan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
“Negara akan selalu hadir untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga negara Indonesia,” tegasnya.
Terkait kemungkinan kepulangan warga negara Indonesia (WNI) asal Bali dari Timur Tengah, ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi. Apabila terdapat permintaan pemulangan, pemerintah akan segera memproses sesuai prosedur yang berlaku.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan