DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR-Hujan belum mau angkat kaki. Usai mengguyur Bali dengan intensitas ekstrem hingga 216,9 mm per hari, cuaca ganas kini diprediksi meluas ke sejumlah wilayah lain. Warga diminta tak lengah.
Melalui siaran pers-nya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pada 23–26 Februari 2026, hujan sangat lebat hingga ekstrem terjadi di berbagai daerah. Bali mencetak angka tertinggi, sementara Sulawesi Selatan diguyur hujan sangat lebat hingga 146,5 mm per hari.

Artinya? Atmosfer lagi “panas-panasnya”. Awan hujan tumbuh subur, dan sebagian wilayah Indonesia masih jadi ladang basah.

Monsun Ketemu MJO, Awan Makin Menggila

BMKG membeberkan biang keroknya. Pertemuan angin Monsun dari utara dengan angin baratan Samudera Hindia bikin suplai uap air melimpah. Ditambah lagi, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) lagi aktif di fase 3 dan bergerak ke fase 4.

Baca juga :  BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Bali hingga 17 Februari

Belum cukup. Gelombang Kelvin, Rossby, sampai gelombang frekuensi rendah ikut nimbrung memperkuat pembentukan awan hujan, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

BMKG juga masih mendeteksi La Niña lemah. Meski statusnya tak kuat, efeknya cukup bikin wilayah timur Indonesia makin basah.

Singkatnya: faktor global, regional, dan lokal lagi kompak. Hasilnya? Potensi hujan lebat meluas.


27 Februari–1 Maret: Jawa, Bali, Sulsel Masuk Zona Siaga

Hujan ringan hingga sedang memang mendominasi. Tapi jangan terkecoh. Peningkatan hujan sedang sampai lebat mengintai Aceh, Sumatera bagian selatan, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Baca juga :  Cuaca Ekstrem di Kota Palu ‘Memakan’ Korban

Status Siaga (hujan lebat–sangat lebat) dipasang untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Angin kencang? Ikut meramaikan. Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, hingga Papua masuk radar.


2–5 Maret: Ancaman Belum Usai

Memasuki awal Maret, hujan masih jadi pemain utama. Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua tetap harus waspada.

Baca juga :  BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Multi Risiko Bencana

Status Siaga berpotensi muncul di Bangka Belitung, Jawa Timur, dan NTT. Sementara angin kencang diprediksi menyapu Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah–Selatan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.


Jangan Anggap Remeh

BMKG mengingatkan potensi banjir, longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi bisa terjadi jika hujan lebat dan angin kencang datang bersamaan.

Perjalanan darat, laut, dan udara sebaiknya cek dulu prakiraan terbaru. Informasi resmi bisa diakses lewat situs BMKG dan aplikasi InfoBMKG.

Pesannya tegas: cuaca bisa berubah cepat. Jangan tunggu air naik baru panik. Waspada lebih awal, jauh lebih