DIKSIMERDEKA.COM,JAKARTA – Provinsi Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,82 persen pada 2025, di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,11 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang diluncurkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa (24/02/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut data resmi BPS menjadi tulang punggung penyusunan IDSD. Sebanyak 27 dari 64 indikator IDSD (42,2 persen) bersumber dari data BPS.

Menurut Amalia, variasi pertumbuhan antarwilayah mencerminkan dinamika daya saing yang berbeda. “Bali tumbuh 5,82 persen berkat pemulihan sektor pariwisata,” ujarnya dalam peluncuran IDSD di Jakarta, Selasa (24/2).

Baca juga :  Terima Kunjungan Dubes Tiongkok, Gubernur Koster Harapkan Wisman Tiongkok Segera Datang ke Bali

Pariwisata Jadi Penopang

Pertumbuhan Bali terutama ditopang kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi. Mobilitas wisatawan domestik dan mancanegara yang kembali meningkat mendorong konsumsi, investasi hotel dan restoran, hingga aktivitas UMKM.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Ketergantungan tinggi pada satu sektor membuat Bali rentan terhadap guncangan global, seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19.

IDSD Ukur Pengungkit Ekonomi

Dalam kerangka IDSD, daya saing daerah diukur melalui empat komponen dan 12 pilar yang dikelompokkan dalam tiga basis pengungkit ekonomi: faktor produksi, efisiensi, dan inovasi.

Baca juga :  Dampak Positif Dibukanya Pintu Kedatangan Wisman Mulai Dirasa Pelaku Pariwisata Bali

Pendekatan ini memungkinkan pemerintah daerah membaca sumber kekuatan ekonominya—apakah bertumpu pada sumber daya, efisiensi tata kelola, atau inovasi ekonomi.

IDSD tidak hanya menghasilkan skor akhir, tetapi juga memetakan faktor penghambat dan potensi pengembangan daerah.

Data Lebih Cepat, Respons Lebih Tepat

Mulai 2025, BPS merilis pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota setiap triwulan. Jika sebelumnya data PDRB daerah tersedia setahun sekali, kini publikasi dilakukan sebulan setelah pengumuman PDB nasional dan PDRB provinsi.

Baca juga :  Kunjungan Objek Wisata Meningkat, Pariwisata Bali Mulai Tunjukan Pemulihan

Langkah ini dinilai mempercepat respons kebijakan daerah, termasuk dalam memperkuat daya saing Bali.

Tantangan SDM

Secara nasional, rata-rata lama sekolah mencapai 9,41 tahun. Namun disparitas kualitas sumber daya manusia antarwilayah masih lebar. Penguatan SDM menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi, termasuk di Bali, berkelanjutan dan tidak hanya bertumpu pada pariwisata.

Dengan pertumbuhan 5,82 persen dan dukungan data yang lebih presisi, Bali menunjukkan sinyal pemulihan sekaligus peluang memperkuat struktur ekonomi agar lebih tahan terhadap guncangan global.