DIKSIMERDEKA.COM,KYIV Sedikitnya satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah ledakan mengguncang kota Lviv, Ukraina barat, Minggu (22/2/2026) dini hari. Otoritas setempat menyebut insiden itu sebagai serangan teror. Seperti yang dilansir olwh CNN.

Menurut kantor kejaksaan regional Lviv, ledakan terjadi saat polisi merespons panggilan darurat tentang dugaan penyusupan di sebuah toko dekat pusat kota. Ledakan pertama terjadi setelah petugas tiba di lokasi, disusul ledakan kedua ketika tim polisi lain datang.

Seorang polisi wanita berusia 23 tahun tewas dalam insiden itu. Kendaraan patroli dan mobil sipil rusak, sementara sekitar dua lusin orang dilaporkan terluka.

Baca juga :  Putin Sebut Perang Ukraina Segera Berakhir, Rusia Mulai Bicara Damai

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan seorang tersangka pelaku telah ditahan. Polisi mengidentifikasi korban tewas sebagai Viktoria Shpylka, petugas patroli muda yang baru menikah tahun lalu.“Rekan-rekannya mengenangnya sebagai pribadi yang peka, cerah, dan tulus. Ia selalu tahu bagaimana mendukung dan memberi kata baik bahkan di hari tersulit,” kata kepolisian,” katanya.

Pada hari yang sama, Zelensky juga melaporkan Rusia meluncurkan 50 rudal dan hampir 300 drone ke berbagai wilayah Ukraina, termasuk Kyiv, Sumy, dan Odessa. Satu orang tewas di wilayah ibu kota dan delapan lainnya luka-luka.

Baca juga :  Tarique Rahman Resmi Jadi PM Bangladesh, Era Baru Dimulai Usai Kejatuhan Rezim Hasina

Ini merupakan jumlah rudal terbanyak dalam satu malam sejak 3 Februari. Wartawan di Kyiv melaporkan terdengar beberapa ledakan sepanjang malam.

Zelensky menyebut target utama serangan adalah infrastruktur energi Ukraina.

“Dalam satu minggu saja, Rusia meluncurkan lebih dari 1.300 drone, lebih dari 1.400 bom udara berpemandu, dan 96 rudal berbagai jenis,” ujarnya.
“Kami membutuhkan sistem yang efektif melawan ancaman balistik.”

Baca juga :  Trump Tarik Pasukan AS dari Jerman, NATO Gelisah: Ancaman Rusia Menguat, Eropa Disuruh Jaga Diri Sendiri!

Pabrik Multinasional Ikut Terkena

Salah satu rudal Rusia menghantam pabrik di Ukraina utara milik perusahaan multinasional AS Mondelez, produsen makanan ringan dan cokelat.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan target itu bukan fasilitas militer.

“Ini bukan sasaran militer, melainkan pabrik yang beroperasi sejak 1990-an, mempekerjakan warga Ukraina dan berkontribusi pada ekonomi kami dan Amerika.”