Koster: Upaya Lestarikan Nama Ketut Berhasil, Populasi Naik 5 Persen
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan upaya melestarikan nama “Ketut” melalui kampaye Keluarga Berencana (KB) Bali berhasil meningkatkan populasi warga Bali yang bernama Ketut. Berkat kampanye KB Bali yang ia masif laksanakan sejak periode pertama menjadi Gubernur Bali, populasi warga Bali bernama “Ketut” meningkat dari 4,5 menjadi 5 persen.
“Ketut di Bali tinggal 4,5 persen. Tapi sejak lima tahun lalu saya dorong, sekarang naik dia menjadi 5 persen. Ketutnya sekarang udah nambah dikit,” ungkap Koster saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan NCPI di Bali Internasional Hospitality KEK Sanur, Rabu (18/02/2026).
Koster mengatakan jika tidak ada upaya khusus, maka jumlah warga Bali dengan nama Ketut berpotensi mengalami kepunahan. Di samping nama Ketut, warga Bali dengan nama Nyoman juga tengah terancam punah.
“Jadi ini gambaran buruk demografi kita di Bali,” tegas Koster.
Koster menjelaskan dirinya mendorong nama Ketut dan Nyoman tidak punah karena berkaitan dengan upaya menjaga kebudayaan Bali.
Ia mengatakan jika jumlah warga bernama Nyoman dan Ketut terus menurun, maka generasi yang berperan sebagai penjaga tradisi akan berkurang.
Ia menjelaskan, berkurangnya generasi tersebut dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan berbagai praktik adat dan keagamaan.
“Kalau berkurang orangnya, siapa yang ngodalin (upacara keagamaan), melaksanakan Purnama, Tilem, Galungan, Kuningan, Saraswati, dan segala macamnya itu,” terangnya.
Koster mengatakan jika penurunan demografi ini tidak dikelola, Koster menilai budaya Bali berpotensi mengalami kemunduran serius.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa budaya merupakan fondasi utama pembangunan Bali, termasuk sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Jika budaya tidak terawat, menurutnya, daya saing Bali akan melemah dan sulit bersaing dengan destinasi lain di tingkat global.
Karena itu, Koster mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan capaian program KB dua anak di Bali yang dikategorikan sangat baik secara nasional.
Ia menilai Bali kini menghadapi tantangan demografi yang serius dan perlu disikapi dengan kebijakan berkelanjutan agar warisan budaya tetap terjaga di masa depan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan