DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung penyelenggaraan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 sebagai wadah memperkuat kolaborasi ekonomi global yang berlandaskan nilai-nilai dharma. Komitmen tersebut disampaikan saat menjamu para delegasi internasional dalam acara gala dinner di Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (10/7).

Konferensi bisnis internasional yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar itu diikuti sekitar 300 delegasi dari delapan negara, yakni Indonesia, India, Malaysia, Singapura, Nepal, Mauritius, Australia, dan Uni Emirat Arab. Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga :  Koster Lobi Menteri Bappenas Tanyakan Kepastian Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pusat kolaborasi internasional yang memadukan kekuatan budaya, spiritualitas, dan pembangunan ekonomi. Menurutnya, seluruh proses pembangunan di Bali harus tetap berlandaskan nilai-nilai budaya serta filosofi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Bali harus tetap eksis sepanjang zaman, bukan hanya ada, tetapi tetap memiliki identitas, berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Koster.

Koster menjelaskan bahwa arah pembangunan Bali telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125 yang menempatkan seni, budaya, adat istiadat, dan desa adat sebagai fondasi utama pembangunan. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat identitas budaya, serta memastikan pembangunan ekonomi berjalan secara berkelanjutan.

Baca juga :  Upacara Yadnya Pamahayu Jagat, Awali Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru

Sementara itu, Founder Hindu Global Entrepreneur Network, Dato Pardip K. Kukreja Watu, menyampaikan bahwa GHBC 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring investasi dan kolaborasi bisnis antarnegara. Menurutnya, sejumlah investor internasional yang hadir tertarik menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor strategis di Bali.

“Kami melihat Bali memiliki potensi besar sebagai pusat kolaborasi bisnis global yang berpijak pada nilai budaya dan keberlanjutan. Kami berharap forum ini melahirkan kerja sama konkret di sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, logistik, teknologi, wellness, hingga pariwisata,” kata Dato Pardip.

Baca juga :  World Bank Temui Koster, Soroti Lima Tantangan Strategis Menuju Bali Berkelanjutan

Mengusung semangat kolaborasi berbasis dharma, GHBC 2026 mengedepankan konsep pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, spiritual, dan kelestarian lingkungan. Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk menjawab berbagai tantangan global di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Melalui penyelenggaraan GHBC 2026, Pemerintah Provinsi Bali berharap terjalin kemitraan yang semakin luas dengan komunitas bisnis Hindu dunia. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong investasi berkualitas, memperkuat perekonomian daerah, serta mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.