DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan dalam waktu dekat akan digelar rapat kerja khusus untuk membahas percepatan pembangunan Bali lima tahun kedepan sebagai tindaklanjut hasil pertemuan pemerintah provinsi dengan Komisi V DPR RI, Kamis (12/02/2026) lalu.

Rapat kerja khusus itu kata Koster dijadwalkan berlangsung akhir Februari atau paling lambat awal Maret 2026.

Koster mengatakan rapat tersebut akan melibatkan Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi Bali.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan dengan Komisi V DPR RI disepakati bahwa pembangunan infrastruktur di Bali harus dipercepat guna meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata.

Baca juga :  Gubernur Koster Dukung Pengawasan KPK, Pastikan Pemerintahan Bali Bersih

Seluruh rencana kerja pembangunan Bali dalam lima tahun ke depan, kata Koster, mendapat dukungan penuh dari komisi tersebut.

Sebagai daerah penyumbang devisa pariwisata terbesar, Komisi V menilai pembangunan di Bali perlu ditangani secara khusus. Bahkan, lanjut Koster, komisi tersebut berpendapat pembangunan infrastruktur di Bali harus dilakukan dengan cara “abnormal” atau melalui perlakuan khusus.

“Kalau dengan cara reguler seperti biasanya, Bali akan tertinggal dan kualitas pariwisatanya akan menurun,” ujar Koster menirukan pandangan Komisi V DPR RI saat ditemui, di Pasar Badung, Jumat (13/02/2026).

Baca juga :  Gubernur Koster Resmikan Digitalisasi Pembayaran Kawasan Pariwisata dan Soft Launching Web Pasar se-Bali

Berdasarkan data tahun 2024, sumbangan devisa pariwisata Bali untuk Indonesia mencapai Rp167 triliun dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp312 triliun, atau sekitar 53,6 persen.

Namun, menurut Komisi V, pembangunan infrastruktur nasional selama ini belum sepenuhnya mempertimbangkan daerah dengan kebutuhan khusus seperti wilayah pariwisata. Dampaknya, Bali kini menghadapi berbagai persoalan, salah satunya kemacetan.

Dalam kesempatan itu, kepada komisi V, Koster menegaskan pihaknya sangat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Ia menilai langkah cepat perlu dilakukan sebelum ekosistem pariwisata Bali mengalami kerusakan yang lebih parah.

Baca juga :  Koster Paling Menonjol dalam Kedisiplinan di Retret IPDN

“Kalau sudah rusak, akan sulit kita membangun kembali,” ujarnya.

Koster mengatakan sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Bali masih bertumpu pada sektor pariwisata. Ia menjelaskan sepanjang 2025, ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen dan sektor pariwisata menyumbang 66 persen.

“Tugas kita adalah bagaimana agar ekosistem kepariwisataan kita tetap bagus,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana