Jaring Talenta Muda Digital, STIKOM Bali Gelar Innotech 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – STIKOM Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan talenta digital dengan menggelar ajang Innotech Tahun 2026 sebagai wadah menjaring bibit-bibit unggul di bidang teknologi yang dipersiapkan bersaing di dunia kerja global.
Rektor STIKOM Bali Dadang Hermawan, menjelaskan penyelenggaraan Innotech berawal dari permintaan kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta yang tengah mencari talenta digital sebanyak 3000 orang.
“Kami STIKOM Bali ditunjuk sebagai hub untuk membantu menjaring mereka,” ujarnya disela-sela kegiatan Innotech, Jumat (13/02/2026).
Lebih lanjut, Dadang mengatakan para peserta innotech akan menampilkan karya berbasis teknologi, mulai dari robotik, animasi, hingga inovasi digital yang memadukan unsur teknologi dengan budaya lokal.

Ia mengatakan peserta akan memperoleh sertifikasi dari perusahaan Amerika sebagai bekal bekerja secara global.
“Nantinya para talenta akan mendapatkan sertifikasi dari perusahaan di Amerika untuk menjadi digital talent yang bisa bekerja di seluruh dunia,” kata Dadang.
Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung saat ini masih dalam tahap seleksi dan kurasi karya yang akan ditampilkan lebih luas pada puncak kegiatan mendatang.
Selain menjaring talenta global, Innotech juga menjadi ruang bagi civitas akademika untuk menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin para akademisi, dosen, mahasiswa, guru, dan siswa bisa menunjukkan karya-karnya kepada masyarakat, bukan hanya belajar di bangku kuliah atau sekolah, tetapi menghasilkan karya-karyanya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Ida Bagus Dharma Diaksa, menegaskan kegiatan ini diharapkan mampu memacu semangat generasi muda untuk terus berinovasi sekaligus menunjukkan kemampuan pengembangan teknologi informasi di tingkat internasional.
“Dengan adanya acara ini akan memicu dan memacu semangat anak-anak muda untuk berinovasi di bidang teknologi. Kami ingin sekaligus menunjukkan bahwa kami punya kemampuan di bidang pengembangan IT,” ujarnya.
Pembina STIKOM Bali I Made Bandem menilai Innotech menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan untuk tampil di level global dengan memadukan teknologi, seni, dan budaya.
“Ini jalan yang paling baik bagi ITB STIKOM Bali dan SMKT Himalaya Global yang berkumpul dalam teknologi, seni, dan budaya untuk berperan serta dan menunjukkan diri di kelas internasional,” katanya.
Menurutnya, selain menampilkan kecanggihan teknologi seperti robotik dan animasi, ajang ini juga menjadi ruang bagi talenta muda untuk menampilkan identitas budaya daerah sebagai keunikan Indonesia di panggung dunia.
“Di samping kehebatan teknologi seperti robot dan animasi, talenta ini juga akan menampilkan keunikannya, termasuk kebudayaan daerah dan kebudayaan Indonesia dengan teknologi canggih di panggung internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan peserta dengan para praktisi teknologi global sehingga membuka peluang peningkatan kompetensi secara langsung.
“Ini venue yang baik untuk kita belajar. Para siswa akan mendapatkan pengetahuan dan pelatihan dari para ahli di bidang teknologi dunia,” ungkapnya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan