DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA Dua awak pesawat Smart Air korban penembakan di Papua Selatan akhirnya berhasil dievakuasi. Pukul 07.00 WIT, jenazah pilot Egon Erwan dan kopilot Baskoro diberangkatkan dari Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, menuju Kabupaten Mimika. Dari sana, keduanya akan diterbangkan ke Jakarta.

Proses evakuasi berlangsung ketat. Aparat memastikan pengamanan maksimal di sekitar bandara demi menghindari gangguan lanjutan. Kini, jenazah kedua korban berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk proses lanjutan.

Baca juga :  Susi Air Mendarat Darurat, Personel Gabungan Berhasil Evakuasi

“Pagi ini kedua korban sudah dievakuasi dari Bandara Korowai ke RSUD Mimika. Sekarang jenazah di RSUD Mimika,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo , Kamis (12/2/2026).

Setelah tiba di Mimika, jenazah langsung menjalani tahapan identifikasi dan autopsi. Aparat ingin memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar sebelum diberangkatkan ke ibu kota.

Baca juga :  2 Awak Tewas, 32 Personel Diterjunkan: Bandara Korowai Batu Ditutup Usai KKB Tembaki Pesawat PK-SNR

“Kedua jenazah selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan autopsi. Setelah itu dilakukan pemulasaran jenazah baru nanti diterbangkan ke Jakarta,” bebernya.

Di sisi lain, pengamanan diperketat. Dua tim khusus Operasi Damai Cartenz diterjunkan untuk menjaga perimeter Bandara Korowai Batu. Penyisiran dilakukan guna memastikan tidak ada ancaman susulan dari kelompok bersenjata yang sebelumnya melakukan penyerangan.

“Pengamanan itu untuk memastikan keamanan perimeter dari sisa-sisa kelompok yang melakukan penyerangan yang menimpa kedua korban. Dedikasi kedua pilot ini dalam melayani rute pedalaman yang sulit adalah bentuk pengabdian nyata,” ungkapnya.

Baca juga :  Satu Personel Damai Cartenz Meninggal Dunia Ditembak KKB

Peristiwa ini kembali menyorot kerasnya medan dan risiko penerbangan di wilayah pedalaman Papua. Di balik sunyi landasan kecil Korowai Batu, dua nyawa melayang saat menjalankan tugas. Kini, bangsa ini menanti langkah tegas negara menjamin keamanan penerbangan sipil di wilayah rawan konflik.