DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Anggota DPR RI I Nyoman Parta, S.H. menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar Kebon Kelod Belege, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Nyoman Parta menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus benar-benar dihidupi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca juga :  BNN Sulteng Gelar Dialog Interaktif Pencegahan Kejahatan Narkoba

“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari agar bangsa ini tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan,” ujar Nyoman Parta di hadapan warga.

Sosialisasi ini juga diisi dengan penyampaian materi dari BNN yang menyoroti bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Perwakilan BNN menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan, serta komunitas adat dalam mencegah masuknya narkotika ke tengah masyarakat.

Baca juga :  Dukung Pengentasan Narkoba Di Aceh, KKP-BNN Beri Alternatif Usaha Perikanan Bagi Masyarakat

Kolaborasi antara DPR RI dan BNN ini dinilai strategis karena ancaman narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga berpotensi melemahkan ketahanan sosial dan masa depan generasi muda.

Selain isu kebangsaan dan narkoba, Nyoman Parta turut mengangkat persoalan pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Bali. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.

“Bahasa daerah adalah bagian dari jati diri dan kekayaan bangsa. Melestarikan bahasa Bali berarti mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan nyata,” tegasnya.

Ia pun mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Baca juga :  BNN dan Pemprov Bali Jalin Sinergi Berantas Sindikat Narkoba di Bali

Masyarakat Banjar Kebon Kelod Belege menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dikaitkan dengan isu aktual seperti narkoba dan pelestarian bahasa daerah membuat materi lebih relevan dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, Nyoman Parta berharap nilai-nilai kebangsaan semakin membumi di tengah masyarakat, kesadaran terhadap bahaya narkoba meningkat, serta tumbuh kembali kebanggaan terhadap bahasa dan budaya daerah sebagai bagian dari kekuatan bangsa Indonesia.

Editor: Agus Pebriana