Pertumbuhan Ekonomi Bali 2025 Tembus 5,82 Persen, Bappeda: Jadi Modal Pembangunan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali menilai pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82 persen menjadi modal penting dalam mendukung arah dan pelaksanaan pembangunan daerah pada tahun 2026.
Capaian tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi Bali pascapandemi berjalan kuat dan berada pada jalur yang tepat.
Kepala Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra menyampaikan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), hampir seluruh indikator makro pembangunan Bali mengalami kemajuan signifikan dan bahkan menjadi yang terbaik dibandingkan sejumlah provinsi lain di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi 5,82 persen ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir setelah pandemi. Artinya, ekonomi Bali sudah benar-benar pulih dan ini menjadi modal utama pembangunan ke depan,” ujarnya saat ditemui usia rilis data BPS Bali, Kamis (05/02/2026).
Ia menegaskan, capaian positif tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan di Bali.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator lain seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran juga menunjukkan tren membaik.
BPS mencatat angka kemiskinan Bali turun dari 3,72 persen menjadi 3,42 persen. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Bali telah berada di angka 105, yang menandakan adanya peningkatan kesejahteraan petani dan kemajuan di sektor pertanian.
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga mulai dirasakan pada sektor-sektor lain, termasuk pertanian,” katanya.
Meski demikian, Bappeda menekankan pentingnya pendalaman data mikro agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Ia menjelaskan pemerintah akan memetakan wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tertentu serta mengidentifikasi sektor ekonomi yang masih lemah untuk kemudian diintervensi melalui program dan kegiatan yang tepat sasaran.
“Secara makro kita sudah berada di jalur yang benar. Ke depan, fokus kita adalah memastikan outcome pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Bali melalui perencanaan yang lebih efektif dan berbasis data,” jelasnya.
Dengan kondisi ekonomi yang semakin kondusif, Bappeda optimistis target pembangunan Bali tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan