Soal Insiden Oknum NTT, Wagub Johni Asadoma Mohon Maaf ke Masyarakat Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma meminta maaf kepada masyarakat Bali atas sejumlah insiden yang melibatkan warga asal NTT disejumlah wilayah Bali.
Johni menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus penyesalan atas peristiwa yang dinilai telah mencederai ketenangan dan keharmonisan di Bali.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Bali, tokoh agama, tokoh adat, serta Pemerintah Provinsi Bali. Kami menyadari bahwa tindakan oknum tersebut telah mengganggu ketertiban umum serta merusak harmoni sosial yang menjunjung tinggi kedamaian,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah NTT meminta seluruh warganya yang merantau ke Bali untuk mampu beradaptasi, menghormati, dan menaati adat istiadat, serta norma hukum yang berlaku di daerah tempat tinggal.
Menurut Johni, kehadiran warga NTT di Bali harus memberikan kontribusi positif bagi kedamaian serta persatuan di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, maupun lingkungan sosial lainnya.
Dalam pernyataannya, Johni juga memohon kepada pemerintah dan masyarakat Bali agar tetap menerima warga NTT di Bali, mengingat hubungan antara masyarakat Bali dan NTT telah terjalin lebih dari 70 tahun.
Ia menekankan bahwa sebagian besar warga NTT di Bali telah berbaur dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan agar perbuatan segelintir oknum tidak digeneralisasi, karena hal tersebut dapat melanggar hak asasi warga negara Indonesia untuk berpindah dan tinggal secara bebas di seluruh wilayah Indonesia.
“Persatuan dan kesatuan masyarakat Bali dan warga diaspora NTT merupakan salah satu pilar penopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dirawat, dipelihara, dan dipertahankan bersama,” tegasnya.
Pemerintah NTT, lanjut Johni, mendukung penuh langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap warga NTT yang terbukti melakukan pelanggaran, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah NTT juga berkomitmen memulihkan kepercayaan masyarakat Bali serta memastikan pengiriman sumber daya manusia yang berkualitas, beradab, dan berintegritas.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan