DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster berencana menyurati Kementerian Keuangan meminta agar pita cukai Arak Bali diringankan sehingga dapar bersaing dengan produk minuman impor lain.

Hal tersebut Koster sampaikan saat Peringatan Hari Arak tahun 2026 dengan tema “Arak Brem Bali–Local Spirit Goes Global”, di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada Kamis (29/01/2026).

“Sebetulnya masih ada satu perjuangan harus saya lakukan yaitu bersurat kepada Menteri Keuangan agar pita cukai lebih murah untuk produk lokal Bali sehingga mampu bersaing dia dengan minuman beralkohol impor,” ungkapnya.

Baca juga :  Gerak Cepat Gubernur Koster Tangani Dampak Banjir

Koster menyoroti besarnya beban cukai yang harus ditanggung produsen arak. Ia menjelaskan, untuk 750 mililiter Arak Bali, produsen harus membayar pita cukai yang nilainya mencapai sekitar Rp101 ribu per botol.

“Padahal petani arak cuma dapat Rp40 ribu, botol Rp30 ribu, ongkos produksi segala macam jadilah sekitar Rp150 ribu produksinya. Kemudian ditambah pita cukai lagi Rp100 ribu. Makin tinggi dia harganya,” terang Koster.

Menurut Koster, besarnya biaya cukai yang dikeluarkan produsen membuat harga Arak Bali cenderung kalah dipasaran dan tidak mampu bersaing dengan produk impor.

Baca juga :  Koster Kebut Pembenahan Infrastruktur Menuju Pura Agung Besakih jelang ITBK

Di samping menyurati menteri keuangan, Koster juga mendorong agar kemasan botol arak dapat diproduksi di dalam negeri guna menekan biaya dan meningkatkan daya saing produk lokal. Ia mengatakan saat ini botol arak masih harus diimpor dari Cina.

“Saya minta ke depan botol jangan lagi impor. Tapi dibikin di Indonesia, produk lokal Indonesia, atau lebih bagus lagi di Bali. Supaya botolnya di Bali, tidak lagi impor dari luar,” terangnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Resmikan Pembangunan PLTS di Atas Tol Bali Mandara

Menurut Koster jika botol dapat diproduksi di dalam negeri dan pita cukai diringankan maka akan dapat menekan ongkos produksi. Sehigga ungkapnya, produk Arak Bali dapat bersaing dengan produk lainya di tingkat global.

Adapum Koster menargetkan Arak Bali menjadi minuman spirit atau fermentasi terbaik ketujuh dunia, setelah Whisky, Rum, Gin, Vodka, Tequila, dan Brandy.

“Kita berharap agar produk Arak Bali ini menjadi minuman spirit terbaik ketujuh dunia,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana