DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mewakili Gubernur Bali menghadiri seminar kampus Universitas Bali Internasional (UNBI) yang berkolaborasi dengan Kalbe Farma, mengangkat topik “Promotif dan Preventif Penyakit Infeksi pada Kedokteran Pariwisata: Adakah Peran Sel Punca?”. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan pembentukan Fakultas Kedokteran UNBI sekaligus menegaskan komitmen Bali dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing global.

Baca juga :  Animo Masyarakat Ikuti Vaksinasi Tinggi, Pemprov Bali Perbaiki Sistem Layanan

Dalam sambutannya, Kadiskes Provinsi Bali menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan. “Bali sebagai destinasi dunia membutuhkan sistem kesehatan yang tidak hanya kuat dalam pengobatan, tetapi juga unggul dalam pencegahan. Kolaborasi akademisi dan industri seperti ini menjadi kunci untuk mencetak tenaga medis yang visioner dan adaptif,” ujarnya.

Baca juga :  Mantapkan Kesiapan Kebijakan Pungutan Wisman, Layanan Love Bali kembali Diuji

Rektor UNBI menyampaikan bahwa topik sel punca dipilih sebagai keunggulan akademik Fakultas Kedokteran yang tengah dipersiapkan. Menurutnya, pengembangan riset dan inovasi di bidang ini akan membuka peluang besar bagi Bali dalam memperkuat ekosistem kedokteran pariwisata. “Kami ingin fakultas ini menjadi pusat pembelajaran dan riset yang relevan dengan kebutuhan daerah sekaligus berstandar internasional,” katanya.

Baca juga :  Pertanggungjawaban APBD 2019: Wagub Cok Ace Sampaikan Laporan, 5 Fraksi Beri Tanggapan

Perwakilan Kalbe Farma menambahkan bahwa sinergi dengan dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan kesehatan nasional. “Kami percaya, melalui kolaborasi ini, lahir generasi dokter dan peneliti yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.