DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Upaya memperkuat kewaspadaan tsunami di Provinsi Bali terus digencarkan melalui kolaborasi riset dan pemanfaatan teknologi mutakhir. BPBD Provinsi Bali menerima kunjungan Arikawa, peneliti tsunami dari Chuo University Jepang, bersama tim peneliti dan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk memaparkan hasil kajian yang mendukung pengembangan sistem peringatan dini tsunami berbasis observasi visual real-time.

Baca juga :  Sampah Roket China Jatuh di Indonesia, Pakar UGM Ingatkan Ancaman ke Pemukiman Warga

Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas pemanfaatan teknologi CCTV sebagai pelengkap sistem peringatan dini yang telah ada. Diskusi menyoroti aspek konseptual dan teknis, mulai dari rancangan sistem, kriteria penentuan lokasi strategis, hingga mekanisme operasional. Tujuannya, meningkatkan kualitas informasi lapangan dan mempercepat pengambilan keputusan saat situasi darurat di wilayah pesisir Bali.

Baca juga :  BRIN Kembangkan Teknologi Pengolah Limbah Medis Skala Kecil dan Mobile

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam membangun sistem mitigasi yang adaptif. “Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memastikan peringatan dini yang lebih presisi dan responsif. Kami ingin masyarakat pesisir Bali mendapatkan perlindungan maksimal berbasis sains dan teknologi,” ujarnya.

Baca juga :  BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan, Kemarau 2026 Bikin Laut Subur, Ikan Diprediksi Melimpah

Sebagai tindak lanjut, tim gabungan akan melakukan survei awal di kawasan Tanjung Benoa untuk menilai kelayakan penempatan CCTV, kondisi lingkungan, serta kesiapan operasional perangkat. Hasil survei ini diharapkan menjadi dasar penguatan sistem pemantauan tsunami yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh ketangguhan Bali dalam menghadapi potensi bencana alam.