DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster resmi melantik Ida Bagus Wesnawa Punia, ST, M.Si sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali di Gedung Kertha Sabha, Senin (1/12/2025).

Wesnawa Punia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Bali dipercaya menggantikan KN. Boy Jayawibawa yang memasuki masa purna tugas.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa sektor pendidikan adalah fondasi utama dalam mewujudkan SDM Bali Unggul. Ia meminta Wesnawa Punia segera merampungkan konsep besar pengembangan SDM Bali agar dapat diterapkan mulai tahun 2026.

“Segera tuntaskan rancangan konsep SDM Bali Unggul, sehingga bisa dijalankan mulai tahun 2026,” pesannya.

Baca juga :  Gubernur Koster Serahkan 63 Sertifikat Merek Perorangan

Koster juga menekankan pentingnya pemerataan akses, peningkatan mutu, dan penguatan daya saing pendidikan. Laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas baru harus dipetakan secara detail untuk memastikan tidak ada lagi siswa SMP yang kesulitan masuk SMA/SMK.

“Idealnya semua lulusan SMP yang ingin melanjutkan bisa kita tampung,” ujarnya sembari meminta inventarisasi menyeluruh atas persoalan pendidikan di Bali.

Mengawal Program 1 Keluarga 1 Sarjana

Gubernur dua periode itu turut memberi perhatian khusus pada program 1 Keluarga 1 Sarjana yang mulai berjalan tahun 2025. Ia meminta Disdikpora segera menuntaskan kewajiban administratif seperti pembayaran uang kost para peserta dan menyiapkan data valid sebelum program tersebut diresmikan secara penuh.

Baca juga :  Difasilitasi Gubernur Koster, MDA Terima Dua Unit Mobil Operasional

“Karena baru berjalan, pesertanya belum banyak. Segera selesaikan kewajiban yang tersisa,” tegasnya.

Agar manfaat program lebih luas, Koster meminta sosialisasi diperkuat hingga ke desa-desa. Panduan sederhana perlu disusun agar keluarga yang membutuhkan memahami cara mengikuti program ini.

“Tolong siapkan dengan baik, agar tahun 2026 berjalan lebih optimal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menyinggung program terpadu Nyoman dan Ketut yang melibatkan Disdikpora, Dinas Kesehatan, dan Dinsos P3A. Mulai dari layanan ibu hamil, kelahiran anak, hingga pendidikan dan bantuan sosial bagi warga kurang mampu, seluruhnya harus terkoordinasi dengan baik.

Baca juga :  Gubernur Koster Pastikan Desain Pengembangan Pelabuhan Benoa Sesuai Kearifan Lokal Bali

“Ini program terintegrasi, harus berjalan mulus mulai 2026,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Pemkab Badung juga berencana mengadopsi program serupa. “Bagus, karena Badung uangnya banyak,” selorohnya.

Menutup arahannya, Koster meminta Kadisdikpora yang baru memperkuat konsolidasi dengan seluruh Kepala SMA/SMK serta meningkatkan koordinasi lintas kabupaten/kota. “Fokus kerja membangun pendidikan di Bali, jaga koordinasi agar berjalan harmonis,” pungkasnya.

Acara pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Sekda Bali Dewa Made Indra, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Bali.