DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Suasana Aula Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum, Sukowono, Sabtu pagi, tampak hangat. Ratusan petani berkumpul menyambut program “Gus’e Menyapa” yang kali ini mengusung semangat kebangkitan sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jember Gus Fawait menyampaikan pesan penting: kekuatan bangsa di masa depan tidak lagi diukur dari banyaknya senjata, tetapi dari kemampuan menguasai pangan.

“Negara kuat bukan karena persenjataan, tapi karena pangannya,” tegas Gus Fawait di hadapan para petani.

Baca juga :  Gus Fawait Targetkan 2026, Jember Jadi Sentra Pangan Jawa Timur Lewat Pembangunan Irigasi

Ia menuturkan, para pengamat internasional memprediksi 10 hingga 20 tahun ke depan, arah kekuatan dunia akan bergeser dari militer ke pangan. Karena itu, pertanian harus menjadi prioritas utama.

Gus Fawait juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden memberi perhatian besar pada sektor pangan sebagai kunci kemandirian dan kemakmuran bangsa.

“Pak Prabowo menegaskan, bangsa yang makmur adalah bangsa yang petaninya sejahtera. Dan Jember harus kembali menjadi lumbung pangan Jawa Timur,” katanya.

Baca juga :  Bupati Fawait Realisasikan Program Prioritas, Honor Guru Ngaji Cair Tepat Waktu

Bupati yang dikenal dekat dengan petani ini mengingatkan kembali masa kejayaan Jember 15 tahun silam, ketika daerahnya menjadi produsen pangan terbesar di Jawa Timur. Kini, posisi itu menurun dan tertinggal dari Lamongan serta Ngawi.

“Kita tidak boleh berhenti di situ. Kita harus bangkit,” ujarnya penuh semangat.

Ia menambahkan, pemerintahannya kini menyalurkan anggaran pertanian terbesar dalam empat dekade terakhir. Fokusnya memperbaiki infrastruktur pertanian, memperluas akses pupuk bersubsidi, serta memperkuat pasar hasil tani lokal.

Baca juga :  Gus Fawait Ajak Emak-Emak Sukseskan Program Pemerintah Lewat Bungadesaku di Ambulu

“Alhamdulillah, tahun 2025–2026 jadi masa dengan anggaran pertanian terbesar 40 tahun terakhir. Harga pupuk bersubsidi pun turun ke titik terendah sepanjang sejarah,” jelasnya.

Menutup pertemuan, Gus Fawait mengajak petani dari seluruh penjuru Jember menyampaikan kebutuhan nyata di lapangan agar pembangunan lebih tepat sasaran.

“Kita ingin pertanian Jember berjaya lagi. Semua harus berjalan bersama pemerintah, masyarakat, dan petani sebagai ujung tombak,” pungkasnya.