DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Jawa Barat mendesak progam Makan Bergizi Gratis (MBG) segera dievaluasi secara menyeluruh setelah kasus ribuan siswa keracunanan dalam beberapa minggu terakhir.

Ketua PD KMHDI Jawa Barat Lingga Dharmananda Siana mengatakan keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di wilayah Jawa Barat usai mengonsumsi hidangan MBG menimbulkan keprihatinan mendalam.

Baca juga :  Tiga Mantan Bos BGN Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Begini Konstruksinya

Ia menilai keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan setiap program pemerintah, terutama yang menyasar anak-anak.

“Peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai kasus insidental semata. Ribuan siswa terdampak adalah alarm serius bahwa ada persoalan mendasar dalam manajemen, pengawasan, dan standar pelaksanaan program MBG,” tegas Lingga.

Baca juga :  Tiga Mantan Bos BGN Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Begini Konstruksinya

KMHDI mendorong evaluasi menyeluruh atas program MBG, mulai dari rantai distribusi, standar kebersihan dapur, hingga sistem monitoring di lapangan. Tanpa perbaikan yang terukur, program yang seharusnya menghadirkan manfaat justru berpotensi mengancam kesehatan publik.

Lebih lanjut, KMHDI menekankan bahwa keberlangsungan program sosial harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.

“Kita tentu mendukung program gizi bagi anak bangsa, tapi jangan sampai niat baik berujung pada tragedi. Ke depan, keselamatan publik tidak boleh dikorbankan,” tambah Lingga.

Baca juga :  Tiga Mantan Bos BGN Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Begini Konstruksinya

KMHDI mengajak seluruh pihak terkait, baik pemerintah daerah, lembaga pengawas, maupun masyarakat sipil, untuk bersama-sama memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar aman, bermanfaat, dan berpihak pada rakyat.

Editor: Agus Pebriana