DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan kembali keseriusannya memperbaiki layanan kesehatan masyarakat melalui audiensi Akselerasi Imunisasi Rutin dan Imunisasi Kejar UNICEF, Selasa (2/9/2025).

Program imunisasi kejar diperuntukkan bagi anak-anak yang tertinggal jadwal vaksinasi nasional. Upaya ini memastikan perlindungan maksimal terhadap penyakit menular, sekaligus melengkapi imunisasi rutin melalui kegiatan khusus.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, meminta dukungan tokoh agama, komunitas, dan masyarakat sipil. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam memperkuat imunisasi campak di seluruh wilayah Jember.

“Penolakan imunisasi bukan soal biaya, tetapi kurangnya pemahaman masyarakat. Karena itu kami libatkan tokoh agama, majelis pengajian, dan organisasi kemasyarakatan memberi edukasi sejak dini,” jelas Fawait.

Baca juga :  80 Persen Anak Indonesia Sudah Terhubung Internet, Pemerintah Batasi Akses Platform Digital hingga Usia 16 Tahun

Ia menegaskan kesehatan tetap prioritas pembangunan. Bersama DPRD, pemerintah mengarahkan efisiensi anggaran pada sektor kesehatan, termasuk pembiayaan layanan BPJS untuk seluruh warga Jember.

“Hari ini seluruh warga dijamin mendapat layanan kesehatan melalui rumah sakit mitra BPJS. Hampir Rp 400 miliar sudah kami siapkan untuk pembiayaan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Namun, capaian imunisasi masih menghadapi masalah serius. Data Dinas Kesehatan Jatim menyebut cakupan imunisasi dasar baru 38,7 persen dari target 55 persen pada Juli 2025.

Baca juga :  UNICEF Dorong Kolaborasi Hentikan KLB Campak di Jember, Imunisasi Jadi Hak Anak

Jember bahkan mencatat jumlah anak tanpa imunisasi (zerodos) tertinggi di Jawa Timur, yakni 11.049 anak. Potensi tambahan enam ribu anak zerodos baru juga mengancam akhir tahun ini.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Jatim, Eka Putri Lestari, menilai kehadiran langsung Bupati dan TP PKK menunjukkan komitmen kuat. Tinggal langkah lintas sektor segera dijalankan.

Baca juga :  UNICEF Gandeng Pemkab Jember Tangani KLB Campak, Armunanto: Anak Harus Lebih Sejahtera

UNICEF turut mendukung penuh. Health Specialist UNICEF, Dr. Armunanto, menegaskan kolaborasi penting untuk menanggulangi KLB campak di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember yang berpopulasi besar.

Ia menekankan, meskipun kasus campak di Jember relatif kecil, jumlah absolutnya tetap signifikan. UNICEF memastikan pasokan vaksin terpenuhi melalui koordinasi pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.

“Tidak adanya kasus kematian akibat campak di Jember membuktikan perlindungan imunisasi berjalan. Kami harap kesadaran masyarakat terus meningkat agar anak-anak terlindungi sepenuhnya,” pungkas Armunanto.