DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Kabupaten Jember berhasil menorehkan prestasi dengan tingkat kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 98,37 persen atau 2.573.123 jiwa hingga Juli 2025.

Capaian ini menempatkan Jember sebagai salah satu daerah berstatus UHC Prioritas di Indonesia. Pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat strategi sosialisasi.

Dalam acara sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertema Desa Pesiar Kabupaten Jember 2025, ratusan tokoh agama dan masyarakat dikumpulkan untuk memperluas penyebaran informasi.

Sebanyak 248 tokoh agama dan tokoh masyarakat dari 92 desa hadir dalam kegiatan yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Jember. Mereka diproyeksikan menjadi ujung tombak komunikasi program kesehatan.

Baca juga :  Pemkab Jember Beri Insentif Guru Keagamaan Non-Muslim, Tegaskan Komitmen Toleransi

“Agenda hari ini kita mengundang Toga Toma, kader Posyandu, serta Ibu-ibu Srikandi di Kabupaten Jember untuk menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan,” kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jember, Yessi Novita.

Ia menambahkan, peran tokoh masyarakat sangat krusial karena memiliki kedekatan langsung dengan warganya. Menurut Yessi, penyampaian pesan kesehatan akan lebih mudah diterima oleh masyarakat desa.

Baca juga :  Jalur Perbatasan Jember Banyuwangi Diawasi Ketat, Rokok Ilegal Dibidik Satpol PP

“Dengan Toga Toma ini, diharapkan komunikasi akan lebih efektif. Lebih didengar dan lebih langsung menjangkau keluarga serta komunitas di desa,” ujar Yessi menegaskan.

Selain tokoh masyarakat, sosialisasi juga melibatkan kader Posyandu dan kelompok Ibu-ibu Srikandi. Mereka diharapkan aktif memberikan pemahaman terkait UHC Prioritas kepada masyarakat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember, Adi Wijaya, menegaskan komitmen besar pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan seluruh warga.

Baca juga :  Pemkab Jember Kebut Perbaikan Jalan di Wuluhan dan Arjasa, Warga Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Untuk tahun 2025, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran Rp366,8 miliar guna membiayai 878.829 peserta Bantuan Premi Urusan Pemerintah Daerah (BPU Pemda).

“Kebijakan Gus Bupati Muhammad Fawait sejak menjabat memastikan warga Jember yang sakit semuanya memiliki akses layanan fasilitas kesehatan,” ungkap Adi Wijaya.

Dengan pencapaian 98,37 persen kepesertaan UHC, Kabupaten Jember optimis bisa menyentuh target 100 persen. Pemerintah berharap tidak ada lagi warga sakit yang terabaikan dalam pelayanan kesehatan.