Pemkot Denpasar Paparkan Strategi Pengelolaan Sampah di Forum Nasional ISWMP
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota Denpasar memaprkan strategi pengelolaan sampah di forum evaluasi perkembangan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) yang digelar di GH Universal Hotel, Bandung, pada Kamis (14/8/2025).
Paparan ini bagian dari upaya pemerintah menjalin sinergi dan dukungan dari pemerintah pusat untuk mengatasi permasalahan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Turut hadir dalam kesempatan itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah dari berbagai kota/kabupaten.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, yang hadir dalam kesempatan itu memaparkan berbagai program strategis pengelolaan sampah, termasuk rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pengelolaan sampah Kota Denpasar.
“Sejak 2018, Kota Denpasar telah memiliki UPTD pengolahan sampah di setiap kecamatan. Saat ini, UPTD tersebut tengah diusulkan menjadi kelas A dengan beban kerja dan cakupan wilayah yang lebih luas,” jelas Alit Wiradana.
Berlandaskan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah, Pemkot Denpasar mendorong pemilahan khusus sampah organik sejak dari hulu.
Warga yang memiliki lahan diarahkan menggunakan sistem Teba Modern, sementara yang tidak memiliki lahan memanfaatkan komposter. Program ini dilaksanakan di desa dan kelurahan dengan dukungan APBD dan APBDes.
Namun, kata Alit Wiradana, UPTD yang beroperasi saat ini belum sepenuhnya memisahkan fungsi operator dan regulator. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa penarikan retribusi sampah masih dalam tahap kajian.
Kajian tersebut rencananya akan melibatkan pihak ketiga dengan sistem pendataan berbasis QR Code. “Harapannya, kajian ini dapat rampung pada tahun 2026,” ujar Alit Wiradana.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan