DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Petinju muda asal Bali I Ketut Surya Dharma mendapatkan banyak apresiasi usai menyabet gelar WBC Asia Youth Super Flyweight Champion. Salah satunya datang dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Senin (21/7/2025), Gubernur Koster memberikan ucapan selamat secara langsung Ketut Surya.

“Saya sangat bangga. Selamat dan terima kasih atas perjuangan dan prestasinya. Tetap semangat latihan. Hebat,” ujar Gubernur Koster.

Baca juga :  Gotong Royong Semesta, Gerakan Hijau Bali di Hari Tumpek Wariga

Petinju muda yang akrab disapa “The Pretty Boy” ini sukses mencetak sejarah sebagai satu-satunya orang Bali yang pernah meraih gelar juara WBC Asia Youth.

Ia meraih kemenangan spektakuler melalui TKO di ronde pertama saat menghadapi petinju asal Thailand, Puriwat Taosuwat, dalam ajang Byon Combat 5 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1 Juli 2025.

Gubernur Koster juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelanjutan pendidikan Surya Dharma. “Nanti saya support, termasuk pendidikan jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Kita akan bantu beasiswa,” ujarnya.

Baca juga :  Menjaga Kesucian Batur, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Pelestarian Geopark Dunia di Bali

Surya Dharma merupakan putra daerah asal Desa Busungbiu, Buleleng, dan lulusan SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa). Ia mulai menekuni dunia tinju secara serius sejak dua tahun lalu. Meski baru terjun ke dunia profesional, rekornya impresif: belum pernah mengalami kekalahan.

Baca juga :  Gubernur Koster Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Wamenlu Jepang

Di dunia amatir, ia mencatatkan 10 kali pertandingan dengan hanya sekali kalah sebelum naik ke level profesional dan menunjukkan ketangguhannya di atas ring.

Kisah perjuangan dan keberhasilan Surya Dharma di usia muda ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, anak-anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional.

Editor: Agus Pebriana