Bawaslu Bali Beberkan Alasan Iklim Pilkada di Bali Kondusif
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membeberkan alasan yang membuat iklim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Bali berlangsung kondusif tanpa adanya sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Tim Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Senin (07/07/2025).
Ketua Bawaslu Bali I Putu Agus Tirta Suguna, mengatakan ada dua faktor utama yang turut menjaga iklim Pilkada di Bali tetap kondusif. Pertama, karakter budaya politik masyarakat Bali yang mengedepankan harmoni.
“Kami memiliki nilai-nilai lokal seperti tatas, tetes, tat twam asi, paras-paros, menyama braya, dan salunglung sabayantaka yang menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai ini membentuk sikap politik yang santun, mengutamakan musyawarah, toleran, dan menjauhkan diri dari konflik,” jelas Suguna.
Lalu, kedua pendekatan pencegahan yang konsisten dilakukan jajaran Bawaslu Bali. “Kami sudah lakukan mitigasi sejak awal, mengedepankan langkah pencegahan, koordinasi dengan stakeholder, serta aktif memberikan imbauan kepada KPU maupun tim sukses pasangan calon,” tambahnya.
Meski berlangsung kondusif, Suguna mengungkapkan bahwa terdapat beberapa tantangan sempat muncul dalam Pilkada 2024.
“Bali tidak hanya menjadi sorotan dalam pelaksanaan Pilkada, tetapi juga menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar berskala nasional yang kegiatannya bersamaan dengan event Pilkada. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga fokus dan kelancaran setiap tahapan,” beber Suguna.
Selain itu Ia juga menyoroti soal regulasi pemilihan yang kerap berubah di tengah jalan. “Tak jarang aturan berubah saat tahapan sedang berjalan. Ini menyulitkan daerah dalam mengantisipasi teknis di lapangan,” ungkapnya.
Adapun Tim Peneliti LP2M UIN Sunan Gunung Kali Jaga tengah melakukan riset mendalam komunikasi politik dalam pemilihan kepala daerah. Bali dipilih sebagai objek penelitian lantaran penyelenggaraan Pemilu di Bali sangat kondusif.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan