DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Jelang Pilkada serentak November mendatang, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna menyebut pihaknya akan melakukan pengawasan di tempat ibadah agar tempat sakral tersebut tidak dimanfaatkan untuk ajang politisasi.

“Tentu langkah koordinasi dan komunikasi yang kita kedepankan melalui cegah dini yang sudah kita lakukan di pemilu kemarin sesuai dengan regulasi nantinya agar ke depanya tidak ada pelanggaran di tempat ibadah,” ujar Suguna Saat diwawancarai oleh wartawan di Denpasar, (11/6/2024).

Baca juga :  Rentan Temuan, Bawaslu Bali Ingatkan Jajarannya Mitigasi Kerawanan Kampanye

Lebih lanjut ia menyebut pihaknya akan merangkul pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadinya pelanggaran di tempat ibadah.

“Pasti kita melibatkan semua pihak baik pengambilan kebijakan maupun masyarakat dalam peran pengawasan partisipatif,” sambungnya.

Terakhir ia menegaskan pihaknya tengah menunggu aturan sebelum melakukan penindakan mengenai sangsi yang akan dikenakan.

Baca juga :  Bali Masuk Kategori Rawan Sedang Tingkat Kerawanan Pemilu 2024

“Tentu kita dari Bawaslu bekerja dan bertindak berdasarkan regulasi baik itu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu) terkait dengan kampanye di Pilkada 2024
Karena ada perbedaan antara Pemilu dan Pilkada,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani menyampaikan untuk pecalang, Bawaslu akan memberikan pemahaman kepemiluan agar nantinya jangan sampai fungsi dari pecalang untuk menjaga kondusifitas adat beralih dan malah menjadi tunggangan politik.

Baca juga :  Bawaslu Bali Sebut Netralitas ASN Lebih Rumit di Pilkada Mendatang

“Jangan sampai fungsi-fungsi dari pecalang ini dijadikan tunggangan politik dan fatalnya bisa menginterpensi atau mengintimidasi. Ini jadi bagian dari rangkaian yang perlu kami beri pemahaman, mengawal hak pilih, menjaga hak pilih, itulah salah satu tugas kami di Bawaslu,” pungkas Ariyani.

Reporter: Dewa Fathur