DIKSIMERDEKA.COM, JEMBRANA, BALI – Sebagai bentuk solidaritas terhadap rencana aksi unjuk rasa sopir truk di Surabaya, Gerakan Aliansi Sopir Bali (Gapiba) turun ke jalan dan membagikan selebaran kepada para sopir angkutan logistik yang akan masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pembagian selebaran dilakukan di Pos 2, pintu keluar pelabuhan, Rabu (18/6/2025).

Aksi ini diikuti sekitar 15 orang anggota Gapiba. Mereka menyerukan kepada seluruh komunitas pengemudi serta jasa angkutan barang untuk tidak beroperasi pada 19-21 Juni 2025 mendatang. Hal ini tertuang dalam himbauan yang disebarkan dalam bentuk selebaran.

Farhan, koordinator aksi, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyekatan dan mengarahkan mobil logistik untuk berkumpul sementara di area parkir manuver kargo Gilimanuk pada esok hari. “Besok kita akan lakukan penyekatan, teman-teman sopir kita arahkan untuk berkumpul di parkiran kargo,” ujar Farhan.

Ia mengakui aksi serupa pernah beberapa kali dilakukan namun belum berhasil mendapatkan respons yang diharapkan. “Kami sudah beberapa kali lakukan aksi ini, tapi masih mentok,” katanya.

Dalam aksi itu, Gapiba membawa lima tuntutan utama. Kelimanya mencakup penghentian operasi ODOL (Over Dimension Over Load), regulasi biaya angkutan, revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009, perlindungan hukum bagi sopir, pemberantasan premanisme dan pungli, serta kesetaraan perlakuan hukum.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Polisi Lalulintas (Kasatlantas) Polres Jembrana, IPTU Aldri Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya hanya bertindak sebagai pengawas dalam aksi tersebut. “Kami hadir untuk memastikan aspirasi mereka tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan arus lalu lintas, terutama di area pintu keluar pelabuhan,” tutupnya. (Yus)