DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak mahasiswa Universitas Udayana (Unud) untuk terlibat aktif dalam pembangunan Bali. Ajakan ini disampaikan saat memberi pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada mahasiswa Unud, Jumat (13/6/2025).

Dalam sambutannya, Koster menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Ia menyebut Unud sebagai pilar penting dalam merumuskan dan mengawal kebijakan pembangunan di Bali.

“Hampir seluruh tim ahli saya berasal dari Unud. Lebih dari 30 dosen dari teknik sipil, elektro, informatika, dan arsitektur terlibat dalam proyek strategis, termasuk Turyapada Tower,” ujarnya.

Baca juga :  Fakultas MIPA Unud Jadi Tuan Rumah ICON-SMART 2022

Koster juga menyampaikan kondisi Bali yang hanya mencakup 0,1% wilayah Indonesia dan dihuni 1,6% penduduk nasional, namun tetap menjadi pusat budaya dunia. Ia menegaskan budaya Bali hanya bisa bertahan jika masyarakat Bali tetap eksis.

“Saya hentikan kampanye KB dua anak cukup. Budaya Bali hanya bisa hidup kalau orang Bali masih ada,” tegas Koster disambut antusias para mahasiswa.

Baca juga :  Samakan Persepsi, Unud Laksanakan Bimtek Konversi dan Pelaporan MBKM

Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Bali yang tumbuh 5,48% pada 2024 dan diproyeksikan naik ke 5,5% di 2025. Angka kemiskinan menurun jadi 3,8%, pengangguran 1,79%, dan harapan hidup masyarakat mencapai 74 tahun.

Di hadapan mahasiswa, Koster berbagi kisah perjuangan masa muda saat kuliah di ITB. Ia mengaku pernah mendaftar ke Kedokteran Unud meski takut darah, lalu akhirnya diterima di ITB dan membiayai kuliah dengan memberi les privat matematika.

Baca juga :  Catut Nama Wayan Koster, Akun Alilla Disomasi Terbuka

Setelah lulus, Koster menjadi peneliti di Kementerian Pendidikan dan mengajar di sejumlah kampus seperti Universitas Tarumanegara dan STIE. Ia lalu terjun ke politik dan terpilih tiga kali sebagai anggota DPR RI, sebelum menjabat Gubernur Bali sejak 2018.

Menutup pesannya, Koster menekankan pentingnya peran mahasiswa Unud sebagai agen perubahan. “Bekerja keraslah, kejar cita-cita, dan isi pembangunan Bali dengan kontribusi nyata,” tutupnya.

Editor: Wayan Agus