DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Hasil survei The Republic Institute menunjukkan mayoritas warga Jember merasa puas terhadap kepemimpinan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto selama 100 hari pertama.

Tingkat kepuasan masyarakat Jember terhadap Gus Fawait tercatat sangat tinggi. Capaian ini menunjukkan sinyal positif terhadap program-program kerja yang dijalankan sejak Februari 2025.

Peneliti Utama The Republic Institute, Dr Sufyanto mengatakan hasil survei menunjukkan angka kepuasan publik berada di angka 82,8 persen secara umum terhadap pasangan Fawait-Djoko.

Baca juga :  Gus Fawait Gelar Pro Gus’e Peduli Kesehatan di Kalisat, Fasilitasi Ratusan Peserta Operasi Katarak

“Kepuasan warga di Jember sangat tinggi kepada Gus Fawait selama 100 hari pertama memimpin Jember,” ujar Sufyanto dalam siaran resmi lembaganya, Selasa (27/5/2025).

Menurutnya, sektor pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan menjadi faktor utama tingginya kepuasan masyarakat terhadap Gus Fawait.

“Sebanyak 83,1 persen responden menyatakan sangat puas terhadap upaya Gus Fawait membangun desa dan memberantas kemiskinan,” jelasnya.

Baca juga :  Bulog Jember Lampaui Target Penyerapan Gabah, Tertinggi se-Jatim

Ia menambahkan, capaian ini menjadikan Gus Fawait sebagai kepala daerah dengan angka kepuasan tertinggi di Jawa Timur pada sektor tersebut.

Kinerja infrastruktur juga menuai respon positif. Sebanyak 81,8 persen warga menyatakan puas dengan upaya perbaikan infrastruktur selama 100 hari pertama.

Di bidang swasembada pangan, dukungan warga juga kuat. Survei mencatat 79,4 persen responden puas terhadap langkah yang diambil pemerintah daerah.

“Ini membuktikan Gus Fawait-Djoko bergerak cepat dan fokus pada kebutuhan mendasar warga,” kata Sufyanto.

Baca juga :  Gus Fawait Genjot PAD Tanpa Naikkan Pajak, Dorong Kolaborasi Lintas OPD di Jember

Secara keseluruhan, survei menempatkan Gus Fawait sebagai salah satu kepala daerah dengan kinerja terbaik di Jawa Timur dalam 100 hari awal.

Survei ini dilakukan The Republic Institute pada 15–22 Mei 2025, melibatkan 2.200 responden dengan metode stratified random sampling.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error ±2,1 persen, mewakili seluruh wilayah Jember.