DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember berhasil meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan. Capaian ini menandai komitmen dalam memperluas layanan kesehatan yang merata.

Anugerah UHC diberikan kepada daerah yang memenuhi cakupan layanan jaminan kesehatan menyeluruh bagi masyarakatnya. Kabupaten Jember menjadi salah satu penerima dengan kategori prioritas.

Puskesmas di Jember pun ikut terdorong menjaga mutu pelayanan. Penghargaan dari BPJS Kesehatan menjadi bentuk apresiasi atas kinerja fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di wilayah ini.

Baca juga :  Jember Raih “Indonesian Collaborative Partnership Regency Award” di Bali, Bukti Nyata Kolaborasi Menuju Jember Baru Jember Maju

“Wilayah Jember sudah memperoleh predikat UHC prioritas. Kita bertugas menjaga mutu pelayanan fasilitas kesehatan yang diberikan ke masyarakat,” kata Fuad Manar.

Fuad menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan biaya besar untuk mendukung pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penting menjaga kualitas yang diberikan ke masyarakat.

“Biaya yang dikeluarkan Pemkab Jember cukup besar. Maka kami berinisiatif memberikan reward kepada fasilitas kesehatan milik pemkab,” ujarnya.

Baca juga :  Tuan Rumah Ukir Prestasi, Jember Raih Peringkat Tiga MTQ XXXI Jawa Timur

Salah satu kategori penilaian UHC berkaitan dengan kemudahan akses layanan. BPJS menilai implementasi mobil JKN dan capaian cakupan desa turut menjadi indikator penting.

Fuad menambahkan, BPJS Kesehatan Jember juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. “Kita juga diskusi terkait indikator-indikatornya,” ungkapnya dalam siaran resmi.

Penghargaan diberikan berdasarkan capaian berbagai indikator pelayanan. Puskesmas Sumberbaru misalnya, menjadi terbaik dalam angka kontak FKTP triwulan I tahun 2025.

Baca juga :  Bupati Jember Geser 352 Pejabat, Fokus Perkuat Tim Kerja Pemerintah

Puskesmas Umbulsari mendapat penghargaan atas pemanfaatan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN. Sementara Puskesmas Kalisat unggul dalam penggunaan aplikasi SIPP.

Puskesmas Panti menjadi pemenang dua kategori sekaligus, yakni PRB aktif dan pemanfaatan SISRUTE, bersama Puskesmas Ajung di kategori yang terakhir.

Selain puskesmas, tiga desa aktif dalam kepesertaan JKN juga diberi penghargaan: Karangpaiton (Ledokombo), Sumberketempa, dan Sebanen (Kalisat).