DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan menggelar kegiatan yasinan rutin bagi warga binaan (WBP) di Masjid At-Taubah. Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Asta Cita poin 8, yaitu memperkuat toleransi antar umat beragama melalui program pembinaan rohani bagi para narapidana.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, ini berlangsung dengan penuh khidmat. Para warga binaan bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam suasana yang penuh makna spiritual.

Baca juga :  Dukung Peningkatan Kinerja, Rusus Lapas Kerobokan Selesai Dibangun

“Yasinan rutin ini merupakan salah satu upaya konkret kami dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya poin 8 tentang penguatan toleransi antar umat beragama. Melalui pembinaan spiritual seperti ini, kami berupaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan toleransi di kalangan warga binaan,” ujar Kalapas.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memulai dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani proses kehidupan di dalam maupun di luar lingkungan Lapas.

Baca juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kerobokan Gelar Panen Raya

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh warga binaan muslim, namun juga disaksikan oleh warga binaan dari agama lain sebagai bentuk saling menghormati dan toleransi beragama.

Lapas Kelas IIA Kerobokan terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang terbaik kepada warga binaan sejalan dengan visi pemerintah dalam Asta Cita.

Baca juga :  Peringati Waisak, Lapas Kerobokan Berikan Remisi ke Narapidana Beragama Budha

Melalui pendekatan spiritual dan toleransi seperti yasinan rutin ini, diharapkan warga binaan dapat mengembangkan kepribadian yang lebih baik, memperkuat nilai-nilai toleransi, sehingga siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat, positif, dan penuh rasa saling menghormati terhadap keberagaman.

Editor: Agus Pebriana