Aktivis Ungkap Misteri di Balik Penundaan Musda Golkar Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Penyebab ditundanya musyawarah daerah (Musda) XI Partai Golkar Bali hingga kini masih menimbulkan tanda tanya. Spekulasi berkembang Musda yang semula dijadwalkan pada 23 Mei 2025 ditunda lantaran ada sebab politis dan ancaman kasus hukum.
Abdul Mutalib Yamco, salah satu aktivis yang dikenal vokal dalam mengkritisi dinamika politik di Bali, menyampaikan analisis yang mengindikasikan ada kepentingan terselubung di balik penundaan Musda tersebut.
Menurut Mutalib, penundaan ini tak bisa dilepaskan dari potensi ancaman kasus hukum yang diduga menyeret nama salah satu tokoh kandidat Ketua Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (GSL).
“Dalam waktu dekat, ada kekhawatiran masalah hukum akan berproses, seperti laporan ke Kejagung dan KPK. Jika itu berjalan, maka dikhawatirkan akan menjadi beban besar bagi Partai Golkar,” kata Mutalib, Kamis (22/5/25).
Kekhawatiran juga mencuat dari kader-kader internal partai yang menilai Musda Golkar Bali berpotensi disetir untuk tujuan memperkuat dinasti politik.
“Beberapa kader yang loyal kepada partai sangat khawatir jika tujuan merebut posisi Ketua DPD Golkar Bali semata untuk mengamankan keluarga, seperti anaknya yang kini Ketua Komisi II DPRD Bali dan iparnya yang menjabat Wakil Ketua DPRD Bali. Ini akan menutup peluang bagi kader-kader potensial lainnya,” sentil Mutalib.
Sebelumnya, Ketua Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara menegaskan bahwa pembatalan agenda Musda bukanlah karena alasan politis. Penundaan ini semata karena Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berhalangan hadir.
“Penundaan ini semata-mata karena sebagaimana yang sudah dikomitmenkan bahwa pelaksanaan Musda di seluruh Indonesia, beliau (Ketua Umum) berkeinginan untuk bisa hadir di 38 provinsi,” kata Dewa Suamba di Kantor DPD Golkar Bali, Rabu 21 Mei 2025.
Adanya berbagai dugaan yang menyeruak, publik kini menanti kejelasan dari DPP Golkar terkait jadwal baru Musda Bali sekaligus pembuktian bahwa partai berlambang pohon beringin ini tetap memegang teguh prinsip keterbukaan dalam karya kekaryaan.

Tinggalkan Balasan