DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali melakukan tes urine kepada 5 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Kamis (20/03/2025). Dari hasil tes urine tersebut, 5 warga binaan diketahui negatif.

Tes urine ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta pengawasan. Tim monitoring yang dipimpin oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah.

Baca juga :  1089 Warga Binaan Lapas Kerobokan Laksanakan Sholat Ied

Kegiatan monev ini bertujuan untuk memastikan Lapas Kerobokan dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan optimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Monitoring mencakup berbagai aspek, mulai dari layanan kesehatan dan keamanan warga binaan hingga program pembinaan dan reintegrasi sosial.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemeriksaan langsung ke berbagai fasilitas, ruang pembinaan, fasilitas kesehatan dan dapur di dalam Lapas.

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini adalah peningkatan kualitas pembinaan bagi para narapidana agar dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan sikap yang lebih baik.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Bantah Keberadaan Narapidana dalam Kasus Narkoba Buleleng

“Evaluasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua aspek dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai dengan ketentuan. Kami juga memberikan dukungan kepada petugas Pemasyarakatan agar semakin profesional dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Kakanwil.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga tes urin kepada 5 orang warga binaan secara acak dengan hasil tes negatif semua. Diakhir kegiatan, Kakanwil Ditjenpas Bali berkesempatan memberikan penguatan secara langsung kepada seluruh pegawai Lapas Kerobokan.

Baca juga :  Ribuan Warga Binaan di Bali Dapat Remisi HUT RI

Dengan dilaksanakannya monev ini, diharapkan petugas Lapas Kerobokan dapat selalu mengidentifikasi tantangan dan kendala yang dihadapi petugas serta mencari solusi yang tepat guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan tugas.

Editor: Agus Pebriana