DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kota Denpasar berhasil menekan angka prevalensi stunting menjadi 1,9 persen di tahun 2024. Meski angkanya mengecil, pemerintah tetap melakukan berbagai macam cara untuk mengentaskan stunting di Ibu Kota Provinsi Bali.

Hal itu disampaikan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat membuka secara resmi Rembuk Stunting Kota Denpasar Tahun 2025 pada Kamis (13/3/2025).

Dalam kesempatan itu, Jaya Negara mejelaskan bahwa angka prevalensi stunting Kota Denpasar menunjukkan tren fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengatakan pada tahun 2021 angkat stunting sebesar 9 persen. Lalu, berhasil ditekan menjadi 5,5% pada tahun 2022, kemudian kembali turun pada 2023 menjadi 4 persen dan 1,9 persen pada tahun 2024.

Baca juga :  Lomba Layang-layang Denpasar Kite Festival VIII Resmi Dibuka

Meski angka stunting terus menunjukan penerunan, Jaya Negara mengatakan pihak terus melakukan berbagai cara untuk menurunkan angka stunting kedepan di Denpasar.

Salah satu strategi utama yang akan ditingkatkan adalah pelaksanaan delapan aksi konvergensi untuk percepatan penurunan stunting, yang melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemangku kepentingan lainnya yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting dari tingkat kota, kecamatan dan desa.

Baca juga :  Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Dua Gedung Baru SD Diresmikan Jaya Negara

Jaya Negara menekankan, Pemkot Denpasar memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan efektif dalam menurunkan angka stunting.

“Saya harapkan melalui rembuk stunting ini, kita dapat menghasilkan kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah strategis pencegahan dan penurunan stunting yang akan diintegrasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (RENJA) perangkat daerah tahun 2026,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Putu Wisnu Kusuma Wijaya mengatakan, melalui Rembug Stunting diharapkan dapat menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi untuk tahun 2025 yang akan dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah.

Baca juga :  Denpasar Jajaki Kerja Sama dengan Kota-Kota di Asia Pasifik

“Melalui pelaksanaan program dan kegiatan diharapkan target indikator pembangunan bidang kesehatan yaitu menurunkan prevalensi stunting pada balita di bawah usia 0-59 bulan dapat tercapai, sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif sebagai modal dasar pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Editor: Agus Pebriana